Pantau - HIPMI mendorong penguatan sinergi dengan Junior Chamber International (JCI) untuk memperluas jejaring global dan membuka akses internasional bagi pengusaha muda Indonesia dalam menghadapi persaingan ekonomi global yang semakin kompetitif.
Ketua Badan Pengurus Pusat HIPMI Anthony Leong menegaskan bahwa pengusaha muda Indonesia ke depan harus berani go international.
Ia menyebut pengusaha muda tidak cukup hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga harus mampu membangun jaringan internasional dan memperluas akses ekspor.
Anthony Leong menekankan bahwa dunia usaha saat ini tidak lagi dibatasi oleh wilayah geografis, melainkan ditentukan oleh konektivitas, kolaborasi, dan jejaring global.
Sinergi HIPMI dan JCI untuk Akses GlobalJCI dijelaskan sebagai organisasi kepemimpinan dan kewirausahaan muda terbesar di dunia yang berdiri sejak 1915.
Organisasi tersebut memiliki jaringan di lebih dari 100 negara dengan ratusan ribu anggota aktif di berbagai sektor bisnis, profesional, sosial, dan pemerintahan.
JCI juga memiliki kolaborasi dengan berbagai lembaga internasional termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam isu kepemudaan, kewirausahaan, dan pembangunan berkelanjutan.
Peluang Ekonomi dan Tantangan Daya Saing GlobalSinergi HIPMI dan JCI dinilai dapat membuka peluang business matching internasional bagi pengusaha muda Indonesia serta memperluas akses ekspor dan investasi.
Anthony Leong menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi baru dunia karena bonus demografi, pasar domestik yang besar, dan pertumbuhan wirausaha muda.
Ia menyebut tantangan utama yang dihadapi adalah meningkatkan daya saing global dan memperluas akses jejaring internasional bagi pengusaha muda Indonesia.
Anthony Leong menegaskan bahwa semakin kuat konektivitas global pengusaha muda Indonesia, maka semakin kuat pula perekonomian nasional.




