jpnn.com, BANDUNG - Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) memastikan mantan pelatih Bojan Hodak akan mengisi posisi Shareholder Group Technical Advisor atau Penasihat Teknis.
Posisi tersebut membuatnya masih terlibat dalam arah teknis dan pengembangan Persib ke depan.
BACA JUGA: Persib Minta Bobotoh Paham, Bojan Hodak Diganti Demi Evolusi Besar Klub
Komisaris Persib, Umuh Muchtar mengatakan, kondisi kesehatan pelatih berusia 5 tahun itu disebut jadi pertimbangan Hodak meninggalkan kursi pelatih.
Selama tiga musim, Hodak mampu mengembalikan kejayaan tim berjuluk Maung Bandung. Gelar hattrick juara dan penghargaan Best Coach atau Pelatih Terbaik Liga 1 tiga musim berturut-turut jadi pencapaian akhir Hodak di Persib.
BACA JUGA: Semarak Pesta Persib Juara, Adhitia: Hatur Nuhun, Bobotoh
Kini, setelah menyelesaikan tugasnya, Hodak memilih untuk fokus pada pemulihan kesehatan dan kumpul bersama keluarganya.
"Alasannya memang ingin fokus pada kesehatan, dan untuk mengurus keluarga, anaknya juga masuk perguruan tinggi," kata Umuh di Bandung, Kamis (28/5/2026).
BACA JUGA: Persib Bandung Juara, Eliano Reijnders Blak-blakan: Bobotoh tak Ada Lawan
"Kami memang menyesali, sakit dengan ditinggalnya pelatih terbaik di Persib, apalagi dia membawa hattrick," lanjutnya.
Kata Umuh, Hodak tetap ada di belakang Persib dan tidak akan melatih klub mana pun.
Meski begitu, belum diketahui ihwal klausul kontrak yang diberikan manajemen kepada pelatih asal Kroasia itu.
Lebih lanjut, manajemen menyetujui penunjukkan Igor Tolic sebagai pelatih baru, sesuai dengan rekomendasi Bojan Hodak.
"Penggantinya adalah Igor Tolic, dia sebelumnya menjadi asisten, sosok paling dipercaya Bojan, semua sudah disepakati," tuturnya.
"Bojan pun akan ditunjuk sebagai penasihat Persib, punya hubungan baik untuk kita, tugas dia lebih ringan. Selalu memberikan nasihat, arahan pada Igor. Jadi dia tidak akan memimpin klub lain, dia hanya ingin tenang dengan pekerjaan tidak terlalu berat. Persib tetap didampingi dan diawasi oleh Bojan Hodak," terangnya.
Sementara itu, Hodak mengatakan, pencapaian Persib dalam tiga musim terakhir merupakan hasil kerja kolektif.
Dia pun merasa beruntung karena banyak yang mendukung tugasnya dalam menjalani tiga musim bersama Persib.
"Saya beruntung saat pertama kali tiba di sini, saya menemukan sekelompok orang yang sangat baik di dalam klub. Tiba-tiba semua orang mulai bekerja sama dan begitulah cara kami memenangkan trofi pertama dan kedua," kata Hodak.
Kendati demikian, Hodak tidak menampik bahwa musim ketiganya berjalan jauh lebih menantang akibat adanya perombakan skuad secara besar-besaran. Tercatat, Persib harus mengganti 23 dari total 31 pemainnya.
"Tahun terakhir ini benar-benar sulit bagi kami. Menghasilkan pencapaian seperti ini lagi di tengah ketatnya investasi besar dari kompetitor seperti Borneo FC dan Persija Jakarta adalah sesuatu yang fantastis. Saya sangat senang kami bisa mengumpulkan poin terbanyak dalam tiga tahun ini," ucapnya.
Dalam testimoninya, Hodak juga memberikan pandangannya soal loyalitas luar biasa bobotoh.
Ia menegaskan, fakta Persib sebagai salah satu klub terbesar di Asia Tenggara tidak lepas dari basis suporter fanatik yang berdiri di belakangnya.
"Klub ini lebih besar daripada pelatih manapun atau pemain manapun. Akan selalu ada pemain dan pelatih baru, namun klub akan tetap terus berjalan dengan baik," tegasnya. (mcr27/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina



