VIVA – Sebanyak 16 siswi tewas setelah kebakaran melanda asrama sebuah sekolah putri di Kenya tengah, Minggu, 27 Mei 2026. Dilansir Al Jazeera, Senin, peristiwa tragis itu terjadi di Sekolah Putri Utumishi di kawasan Gilgil, Kabupaten Nakuru, sekitar 120 kilometer barat laut ibu kota Nairobi.
Menteri Pendidikan Kenya Julius Ogamba mengatakan sebanyak 79 orang lainnya mengalami luka-luka akibat kebakaran yang terjadi pada malam hari tersebut. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Polisi bersama tim penyelamat langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat. Rekaman televisi lokal memperlihatkan kondisi bangunan asrama dengan kaca jendela pecah serta dinding yang dipenuhi bekas asap kebakaran.
Komandan polisi senior Masoud Mwinyi mengatakan puluhan petugas dikerahkan untuk menyisir area sekitar sekolah guna mencari siswa yang kemungkinan melarikan diri saat kebakaran terjadi. Menurutnya, banyak siswa panik dan berhamburan keluar dalam kondisi gelap pada malam hari.
"Karena syok, ketakutan, dan kepanikan, banyak yang keluar berlarian saat malam," ujar Mwinyi kepada wartawan di lokasi kejadian.
Kenya memiliki sejarah panjang kebakaran sekolah. Menurut data pemerintah, lebih dari 60 kasus pembakaran di sekolah menengah negeri tercatat pada tahun 2018 saja. Banyak kebakaran tersebut dilakukan oleh siswa yang memprotes disiplin yang keras dan kondisi yang buruk, demikian temuan para peneliti.
Pada tahun 2024, kebakaran menewaskan 21 siswa di sebuah sekolah berasrama dasar di Kabupaten Nyeri yang berdekatan. Penyebab kebakaran tersebut belum dapat dipastikan secara definitif.
Pada tahun 2017, sebanyak 10 siswa meninggal dalam kebakaran sekolah di Nairobi. Seorang siswa didakwa dengan pembunuhan.





