Mata Uang Dollar Diprediksi Terus Menguat, Begini Kondisi Harga Pangan Indonesia

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan Kamis (28/5/2026), mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS. Pelemahan kurs tersebut mulai memicu kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama bahan pangan di pasar tradisional.

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.11 WIB, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.855,5 per dolar AS. Posisi tersebut menunjukkan rupiah melemah 54,5 poin atau 0,31% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sebelumnya, pada momentum Iduladha, kurs dolar AS sempat menyentuh Rp17.800.

Di sisi lain, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia menunjukkan sejumlah komoditas pangan mulai mengalami kenaikan harga meski belum signifikan. Komoditas seperti beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, hingga daging sapi tercatat mengalami kenaikan harga pascalibur Iduladha.

Harga beras kualitas medium I tercatat naik Rp50 menjadi Rp16.050 per kilogram (kg) dibandingkan saat Iduladha sebesar Rp16.000 per kg. Sementara itu, beras kualitas medium II naik Rp100 menjadi Rp15.700 per kg.

Baca Juga: GPM On The Road Jadi Senjata Baru Daerah Redam Lonjakan Harga Pangan

Baca Juga: Intervensi Pasar Skala Masif, Bapanas Geber 4.973 Gerakan Pangan Murah Demi Redam Inflasi Iduladha

Harga tersebut masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium berdasarkan acuan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan yang berada di kisaran Rp13.500 per kg untuk Region A hingga Rp15.500 per kg untuk wilayah Papua dan Maluku.

Kenaikan juga terjadi pada gula pasir premium yang kini berada di level Rp20.500 per kg setelah sebelumnya Rp20.250 per kg pada Selasa lalu. Sementara gula pasir lokal tercatat sebesar Rp19.200 per kg. Adapun harga acuan gula pasir curah berdasarkan SP2KP Kemendag berada di level Rp17.500 per kg.

Untuk minyak goreng curah, harga naik Rp250 menjadi Rp21.200 per kg. Sedangkan minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp24.500 per kg dan minyak goreng kemasan bermerek II sebesar Rp23.300 per kg.

Sementara itu, harga MinyaKita masih berada di level Rp15.700 per liter.

Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah ukuran sedang yang kini mencapai Rp50.250 per kg dibandingkan sehari sebelumnya sebesar Rp49.400 per kg. Padahal, harga acuan bawang merah berdasarkan SP2KP berada di level Rp41.500 per kg.

Untuk komoditas protein hewani, harga daging sapi kualitas I naik Rp1.350 menjadi Rp145.150 per kg. Sedangkan daging sapi kualitas II naik Rp100 menjadi Rp136.800 per kg.

Adapun harga acuan daging sapi paha belakang berdasarkan SP2KP Kemendag berada di level Rp140.000 per kg.

Baca Juga: OJK Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Ekspor, UMKM, dan Ketahanan Pangan

Baca Juga: Amran Cabut 2.231 Izin Distributor Pupuk Nakal, Mafia Pangan Disikat!

Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah pada momentum libur Iduladha dan cuti bersama kali ini cukup signifikan. Ia memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah hingga mendekati Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan sore hari.

“Pelemahan hari ini atau momentum libur Iduladha dan cuti bersama sudah cukup luar biasa,” ujar Ibrahim.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peringatan Dini BMKG Cuaca di Seluruh Indonesia 29 Mei 2026, Cek Potensi Hujan Lebat-Angin Kencang!
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Profit Defend ID Terbang Sampai Rp913 Miliar
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Bermitra dengan Syailendra Capital, BRI Permudah Akses Investasi Syariah Lewat Super Apps BRImo
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rayakan Idul Adha, JNE dan TIKI Hadirkan Program Sosial hingga Promo Spesial Pelanggan
• 9 jam laludisway.id
thumb
WNI Diduga Palsukan Riset di Forum Ilmuwan Dunia Demi Bisa Jalan-jalan Gratis, Nama Indonesia Rusak!
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.