Bandung dan Bandara Husein Sastranegara, Ikatan yang Sulit Dipisahkan

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Kota Bandung dengan Bandara Husein Sastranegara memiliki ikatan yang sulit dilepaskan. Bandung butuh bandara itu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sementara Husein Sastranegara memerlukan kunjungan wisatawan, pebisnis, dan aktivitas kota untuk hidup kembali.

Pada Senin (25/5/2026), Presiden Prabowo Subianto meminta agar dua bandara di Pulau Jawa direaktivasi untuk melayani pesawat jet komersial. Selain Bandara Adisutjipto di Yogyakarta, ada juga Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat. Hal itu diperlukan untuk menggairahkan peluang ekonomi di kedua daerah.

Instruksi itu disambut gembira oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang sejak awal menjabat tahun lalu ingin Husein aktif lagi sebagai bandara komersial.

Semenjak berhenti melayani penerbangan komersial pada 29 Oktober 2023, Husein Sastranagara lebih kerap berteman sepi. Operasional bandara terbatas, hanya untuk pesawat komersial baling-baling, pesawat militer, dan aktivitas sekolah penerbangan. Penerbangan komersial dengan jet di Jabar lantas dipusatkan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka.

Namun, ambisi meramaikan BIJB tidak kunjung kesampaian. BIJB kesulitan menjaring maskapai dan penumpang. Bandara itu bahkan tidak aktif melayani penerbangan domestik selama setahun terakhir.

Mendapat lampu hijau, Farhan mengatakan, Pemkot Bandung akan segera membenahi infrastruktur penunjang, khususnya akses menuju bandara. Salah satu yang menjadi prioritas yakni perbaikan jalur masuk dan keluar menuju kawasan bandara, termasuk akses dari arah Tol Pasteur melalui kawasan PT Dirgantara Indonesia dan kompleks TNI AU.

"Penyelesaian Jalan Layang Nurtanio juga menjadi momentum penting untuk memperlancar arus kendaraan menuju Bandara Husein, baik dari sisi barat maupun timur Kota Bandung, " tuturnya.

Farhan optimistis, kebijakan reaktivasi ini akan mengembalikan peran strategis Bandara Husein sebagai penggerak ekonomi Kota Bandung. Ia mengingatkan, pada 2019, jumlah penumpang Bandara Husein mencapai sekitar 3,8 juta orang, terdiri atas 3 juta penumpang domestik dan 800 ribu penumpang internasional.

“Kami ingin mengembalikan kejayaan Bandara Husein dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung,” tambahnya.

Baca JugaKota Bandung Merindukan Bandara Husein Sastranegara Beroperasi Lagi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2025 , ekonomi Kota Bandung mengalami pertumbuhan sebesar 5,29 persen terhadap tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding dengan tahun 2024  yaitu sebesar 4,99 persen.

Dari  sisi  produksi,  pertumbuhan  tertinggi terjadi  pada  Lapangan  Usaha  Jasa lainnya    sebesar 10,21  persen  dan  transportasi  dan  pergudangan  sebesar  10,03 persen.

Ambisi Bandung

Menanggapi ambisi Kota Bandung menghidupkan lagi Husein Sastranagara, pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan Acuviarta berpendapat, Bandara Husein potensial memacu jumlah kunjungan wisatawan nasional dan mancanegara ke Bandung Raya. 

Lebih dari itu, kembali aktifnya Husein Sastranagara bisa menjadi motivasi bagi Pemprov Jabar membenahi pelayanan BIJB. Ia mencontohkan pengadaan angkutan umum bus bersubsidi ke Bandara Kertajati dan berkolaborasi dengan maskapai untuk menambah jumlah penerbangan.

”Kota Bandung menjadi penghubung ke kawasan Bandung Raya yang menjadi salah satu pusat destinasi wisata nasional. Idealnya Bandara Husein diaktifkan kembali untuk penerbangan dari luar Jawa yang terdekat,” kata Acuviarta. 

Namun, semua bukan tanpa tantangan. Pengamat transportasi dari Institut Teknologi Bandung Sony Sulaksono mengatakan, sebelum menghidupkan, Pemkot Bandung meski memikirkan cara mengembalikan masa kejayaan Bandara Husein.

Menurutnya, sejak pandemi Covid-19, industri penerbangan komersial di Indonesia terpukul cukup keras. Saat ini, hanya 20 persen industri penerbangan yang masih aktif beroperasi.

Maskapai Wings Air yang melayani penerbangan komersial pesawat baling-baling dari Yogyakarta ke Bandung di Bandara Husein Sastranegara, misalnya, telah ditutup pada tanggal 31 Maret 2026. Kondisi ini disebabkan minimnya penumpang di rute tersebut.

Baca JugaBIJB Kertajati Susah Payah Merayu Penumpang, Kunjungan Wisatawan Asing Anjlok 70 Persen

"Kondisi geopolitik seperti konflik Timur Tengah juga memicu kenaikan harga minyak dunia. Hal inilah yang mengakibatkan maskapai penerbangan tidak mudah untuk membuka rute baru, " tuturnya.

Ia merekomendasikan Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat memberikan insentif biaya bagi maskapai yang ingin membuka rute penerbangan di Bandara Husein.

"Hanya dengan cara itu dapat menarik minat maskapai untuk beroperasi di Bandara Husein di tengah kondisi saat ini, " ucapnya.

Kebutuhan Kota Bandung dan Bandara Husein Sastranagara untuk tumbuh bersama membutuhkan dukungan. Bakal ada banyak tantangan yang mesti dihadapi sebelum berharap manfaat di kemudian hari.

Baca JugaAntara Pilihan Hidupkan Husein Sastranegara dan Dilema Ramaikan Kertajati


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TKA SD-SMP Mapel Matematika-Bahasa Indonesia, Ribuan Murid Dapat Nilai Sempurna
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Trump Ancam Ledakkan Oman Jika Bantu Iran Kontrol Selat Hormuz
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kita, Algoritma, dan Hilangnya Diri
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Ruben Onsu Sulit Bertemu Anak Meski Beri Nafkah Rp200 Juta per Bulan
• 3 jam laluintipseleb.com
thumb
Pemprov Jatim Gencarkan Operasi Pasar Murah untuk Jaga Daya Beli Masyarakat
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.