Jakarta (ANTARA) - Pelita Jaya Basketball Jakarta memastikan diri melaju ke babak semifinal setelah mengeliminasi RANS Simba Bogor dari playoff IBL 2026 dengan kemenangan 98-57 di GMSB Kuningan, Jakarta, Kamis.
Hasil tersebut membuat Pelita Jaya memperpanjang rekor selalu masuk semifinal dalam lima musim terakhir.
"Kami mengerti bahwa kami bisa mengendalikan permainan. Itu yang kami tunjukkan malam ini, sehingga apa yang terjadi di Game 1 tidak terulang lagi," kata pemain Pelita Jaya, Perrin Buford, usai pertandingan dikutip dari laman IBL.
"Kami melakukan pekerjaan yang bagus malam ini, dan saya senang dengan pemain lokal kami yang berkontribusi positif."
Pelita Jaya tampak ingin menyudahi seri ini lebih awal dengan langsung tancap gas sejak tip-off, dan unggul 18 angka (49-31) dari RANS di first half. Perlawanan RANS hanya terlihat di tiga menit awal.
Pelita Jaya yang sudah unggul 1-0 di seri putaran pertama playoff IBL 2026, tampak lebih agresif saat memulai Game 2.
Dengan komposisi tim yang solid, mereka membangun momentum setelah lima menit dan tidak pernah menoleh ke belakang. Pelita Jaya memimpin 27-18 di kuarter pertama.
Pertahanan Pelita Jaya yang tangguh juga membuat RANS kesulitan di kuarter kedua. RANS hanya bisa memasukkan empat tembakan dari 15 percobaan di periode tersebut.
Sehingga jarak poin bisa melebar hingga margin tertinggi adalah 19 angka, sebelum Pelita Jaya unggul 49-31 saat turun minum.
"Kami banyak belajar dari Game 1, terutama mempelajari bagaimana permainan Pecovic. Kemudian kami meminta Jeff untuk menutup pergerakannya," kata pelatih Pelita Jaya, David Singleton.
Baca juga: Pelita Jaya atasi RANS dengan 84-82 pada laga pertama playoff IBL
Baca juga: Jawato waspadai transisi dari bertahan ke menyerang RANS Simba Bogor
Enam pemain Pelita Jaya mencetak double digit points di laga ini. Dipimpin oleh Perrin Buford dengan 21 poin, 13 assist, enam rebound, dan tiga steal.
Jeffree Withey double-double dengan 18 poin dan 17 rebound, Darious Moten menghasilkan 16 poin, kemudian Vincent Kosasih, yang kali ini tampil sebagai starter, mendulang 15 poin dan 10 rebound.
Dari bangku cadangan, Agassi Yeshe Goantara mencetak 11 poin, dan Andakara Prastawa Dhyaksa menyumbang 10 poin.
Pelita Jaya mencetak 38 poin dari 72 percobaan atau setara dengan 52 persen, dan jumlah tersebut termasuk 12 three point.
Pertahanan mereka juga berhasil membatasi RANS hanya mencetak 28 persen field goals di Game 2.
"Terpenting bagi kami adalah sudah berjuang sampai akhir. Sampai jumpa di musim berikutnya," kata pemain RANS, Surliyadin.
Pelita Jaya benar-benar dominan di Game 2. Perlawanan RANS hanya terjadi di tiga menit kuarter pertama. Sejak saat itu Pelita Jaya menguasai jalannya laga.
Pelita Jaya juga berhasil mencetak margin 44 poin di pertandingan kali ini. Sebaliknya, KJ Buffen dan Aaron Fuller yang sama-sama mencetak 17 poin, tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan RANS.
Keberhasilan Pelita Jaya dengan rekor 2-0 sebelumnya juga dibuat oleh Satria Muda Pertamina Bandung, yang sukses mengeliminasi Hangtuah Jakarta.
Baca juga: Kalahkan Hangtuah dua kali, Satria Muda melaju ke semifinal IBL 2026
Baca juga: Hornbills paksa Kesatria mainkan gim ketiga
Hasil tersebut membuat Pelita Jaya memperpanjang rekor selalu masuk semifinal dalam lima musim terakhir.
"Kami mengerti bahwa kami bisa mengendalikan permainan. Itu yang kami tunjukkan malam ini, sehingga apa yang terjadi di Game 1 tidak terulang lagi," kata pemain Pelita Jaya, Perrin Buford, usai pertandingan dikutip dari laman IBL.
"Kami melakukan pekerjaan yang bagus malam ini, dan saya senang dengan pemain lokal kami yang berkontribusi positif."
Pelita Jaya tampak ingin menyudahi seri ini lebih awal dengan langsung tancap gas sejak tip-off, dan unggul 18 angka (49-31) dari RANS di first half. Perlawanan RANS hanya terlihat di tiga menit awal.
Pelita Jaya yang sudah unggul 1-0 di seri putaran pertama playoff IBL 2026, tampak lebih agresif saat memulai Game 2.
Dengan komposisi tim yang solid, mereka membangun momentum setelah lima menit dan tidak pernah menoleh ke belakang. Pelita Jaya memimpin 27-18 di kuarter pertama.
Pertahanan Pelita Jaya yang tangguh juga membuat RANS kesulitan di kuarter kedua. RANS hanya bisa memasukkan empat tembakan dari 15 percobaan di periode tersebut.
Sehingga jarak poin bisa melebar hingga margin tertinggi adalah 19 angka, sebelum Pelita Jaya unggul 49-31 saat turun minum.
"Kami banyak belajar dari Game 1, terutama mempelajari bagaimana permainan Pecovic. Kemudian kami meminta Jeff untuk menutup pergerakannya," kata pelatih Pelita Jaya, David Singleton.
Baca juga: Pelita Jaya atasi RANS dengan 84-82 pada laga pertama playoff IBL
Baca juga: Jawato waspadai transisi dari bertahan ke menyerang RANS Simba Bogor
Enam pemain Pelita Jaya mencetak double digit points di laga ini. Dipimpin oleh Perrin Buford dengan 21 poin, 13 assist, enam rebound, dan tiga steal.
Jeffree Withey double-double dengan 18 poin dan 17 rebound, Darious Moten menghasilkan 16 poin, kemudian Vincent Kosasih, yang kali ini tampil sebagai starter, mendulang 15 poin dan 10 rebound.
Dari bangku cadangan, Agassi Yeshe Goantara mencetak 11 poin, dan Andakara Prastawa Dhyaksa menyumbang 10 poin.
Pelita Jaya mencetak 38 poin dari 72 percobaan atau setara dengan 52 persen, dan jumlah tersebut termasuk 12 three point.
Pertahanan mereka juga berhasil membatasi RANS hanya mencetak 28 persen field goals di Game 2.
"Terpenting bagi kami adalah sudah berjuang sampai akhir. Sampai jumpa di musim berikutnya," kata pemain RANS, Surliyadin.
Pelita Jaya benar-benar dominan di Game 2. Perlawanan RANS hanya terjadi di tiga menit kuarter pertama. Sejak saat itu Pelita Jaya menguasai jalannya laga.
Pelita Jaya juga berhasil mencetak margin 44 poin di pertandingan kali ini. Sebaliknya, KJ Buffen dan Aaron Fuller yang sama-sama mencetak 17 poin, tidak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan RANS.
Keberhasilan Pelita Jaya dengan rekor 2-0 sebelumnya juga dibuat oleh Satria Muda Pertamina Bandung, yang sukses mengeliminasi Hangtuah Jakarta.
Baca juga: Kalahkan Hangtuah dua kali, Satria Muda melaju ke semifinal IBL 2026
Baca juga: Hornbills paksa Kesatria mainkan gim ketiga





