Rusia menuding Ukraina sengaja mempertahankan perang demi terus mendapatkan bantuan dana dari negara-negara Barat. Di saat yang sama, Moskow juga menyebut proses perdamaian yang sempat dibangun bersama Amerika Serikat kini mulai mandek karena sikap pemerintah Kyiv.
Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Sergey Shoygu mengatakan hambatan terbesar perdamaian saat ini adalah tidak adanya kemauan politik dari pemerintah Ukraina untuk menghentikan konflik. Menurutnya, Kyiv justru terus memilih jalur eskalasi perang.
“Kendala utama implementasi perdamaian adalah tidak adanya kemauan politik untuk damai dari rezim Kyiv dan keinginan terus-menerus untuk meningkatkan eskalasi,” kata Shoygu dalam Forum Keamanan Internasional di wilayah Moskow, Kamis (28/5/2026).
Shoygu bahkan menuding pemerintah Ukraina memiliki kepentingan ekonomi untuk mempertahankan perang. Ia mengklaim anggaran negara Ukraina kini sepenuhnya bergantung pada bantuan finansial Barat.
“Anggaran Ukraina sepenuhnya bergantung pada bantuan Barat, dan tidak ada yang akan memberikan uang tanpa perang,” ujarnya.
Rusia juga menilai Ukraina mulai menghadapi tekanan ekonomi serius akibat konflik berkepanjangan. Moskow menyebut utang negara Kyiv terus membengkak dan masa depan pembayaran utangnya menjadi tanda tanya besar.
“Bagaimana dan dengan apa Kyiv akan membayar utang-utang itu masih belum jelas,” tambah Shoygu.
Dalam pernyataannya, Rusia kembali menegaskan bahwa mereka mengaku tetap membuka pintu perdamaian. Namun Moskow menyebut penyelesaian konflik tidak akan tercapai selama Ukraina masih mempertahankan konfrontasi dengan Rusia.
“Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa kami mendukung perdamaian dan mengusulkannya,” kata Shoygu.
Rusia juga menuding pemerintah Ukraina takut perang berakhir karena nantinya harus mempertanggungjawabkan dampak besar yang terjadi di dalam negeri. Salah satunya terkait krisis demografi dan kondisi sosial yang disebut makin memburuk akibat perang.
Baca Juga: Indonesia dan Rusia Makin Dekat, Putin Ratifikasi Perjanjian Dagang
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin turut menyampaikan pesan video dalam forum tersebut. Putin memperingatkan dunia sedang menghadapi ancaman serius mulai dari proliferasi nuklir, ekstremisme, perdagangan narkoba, hingga kejahatan siber.
Menurut Putin, forum keamanan global menjadi semakin penting karena situasi dunia saat ini disebut berada dalam fase penuh tantangan dan ketidakpastian. Rusia juga menyebut perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Moskow hadir dalam forum itu untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir.
Forum keamanan internasional tersebut turut dihadiri delegasi dari Hungary, Israel, Moldova, dan Switzerland. Kehadiran sejumlah negara itu menunjukkan isu perang Rusia-Ukraina masih menjadi perhatian besar dunia internasional.





