JAKARTA, KOMPAS.com - Calon jemaah umrah yang gagal diberangkatkan oleh Hanania Travel mengaku awalnya tidak menaruh curiga terhadap travel tersebut.
Salah satu jemaah, Rosa (bukan nama sebenarnya) (50), mengatakan tidak ada indikasi awal yang mengarah pada dugaan penipuan.
"Prosedur pembayaran DP, kemudian pelunasan itu hampir sama dengan travel lain. Kurang lebih pelunasan dalam sebulan," ujar Rosa saat dijumpai Kompas.com di kantor cabang Hanania Travel, gedung EightyEight, area Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2026).
Baca juga: Bos Hanania Travel Disoraki Calon Jemaah Umrah Saat Digiring ke Gedung Ditreskrimum
"Jadi indikasi penipuan itu belum tercium. Jadi dia smooth," lanjutnya.
Rosa menambahkan, harga paket umrah yang ditawarkan Hanania Travel tergolong menengah ke atas, yakni mulai sekitar Rp 29,9 juta ke atas.
Dibandingkan travel lain, menurut dia harga tersebut justru membuat calon jemaah lebih yakin karena tidak terlalu murah.
"Kan ada yang Rp 23 juta, Rp 24 juta sampai Rp 25 juta. Hanania ini enggak murah-murah banget juga, standar. Jadi kita tidak berpikir dia gimana-gimana awalnya," ungkap Rosa.
Selain itu, Hanania Travel juga telah mengantongi sertifikat izin penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah, sehingga semakin menambah rasa percaya para calon jemaah.
Rosa sendiri sedianya dijadwalkan berangkat umrah pada kloter Juni–Juli 2026 bersama suami dan dua anaknya. Ia telah melunasi biaya umrah sejak Februari 2026 untuk empat orang dengan total hampir Rp 120 juta.
Namun, dalam masa penantian keberangkatan, Rosa tidak menyangka kloter Syawal (Maret 2026) ternyata tidak diberangkatkan terlebih dahulu.
Kloter Syawal tersebut merupakan kelompok yang berangkat lebih awal dibanding kloter Juni–Juli 2026.
Kabar pembatalan keberangkatan itu baru diketahui Rosa pada Maret 2026 dan langsung mengejutkannya.
Baca juga: WN Brunei yang Dianiaya Selebgram Woodyrman Sempat Kirim Pesan Tantang Berkelahi
Merasa ada firasat tidak baik, Rosa dan suami kemudian mengajukan pengembalian biaya umrah (refund) pada April 2026.
"Yang gagal berangkat pas Syawal itu langsung ada indikasi tidak enak. Batin saya, 'Aduh gimana saya nanti' gitu. Langsung saya gercep refund," kata Rosa.