Jember (beritajatim.com) – Persatuan Penyandang Disabilitas dan Center Advokasi (Perpenca) mengkritik gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, karena tidak ramah terhadap penyandang disabilitas.
Ketua Dewan Pertimbangan Perpenca Jember Asrorur Mais mencontohkan ramp di pintu masuk gedung DPRD Jember. “Pengguna kursi roda masih kesulitan. Jadi tidak asal bikin bidang miring, karena ada aspek kenyamanan, keselamatan, dan kemandirian dalam sisi aksesibilitas,” katanya, Kamis (28/5/2026).
Mais berharap pembuatan desain bangunan publik melibatkan penyandang disabilitas. “Kami punya tagline Nothing Will Hurt Us. Karena ini menyangkut kepentingan kami, harapannya dirembuk dengan kami,” katanya.
Alfian Andri Wijaya, anggota DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengakui masih kurang ramahnya gedung parlemen terhadap penyandang disabilitas. Dia masih ingat saat Agusta Jaka Purwana, salah satu anggota DPRD Jember 2019-2024, terpaksa harus memakai kursi roda. “Waktu itu harus digotong lima sampai beberapa orang untuk masuk. Kesulitan sekali,” katanya.
Politisi Gerindra ini ingin DPRD Jember melaksanakan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pelindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas. Dalam Pasal 18 disebutkan, hak aksesibilitas untuk penyandang disabilitas meliputi hak mendapatkan aksesibilitas untuk memanfaatkan fasilitas publik dan mendapatkan akomodasi yang layak sebagai bentuk aksesibilitas bagi individu.
“Paling tidak kita mulai dari DPRD, kita harus melaksanakan Pasal 18 perda disabilitas. Jadi DPRD harus memberi contoh dulu. Kalau kita enggak selesai dengan diri kita, bagaimana mau mendorong orang lain?” kata Alfian.
Achmad Dhafir Syah, anggota Komisi D dari Partai Keadilan Sejahtera, juga sudah mengingatkan soal tidak ramahnya fasilitas gedung parlemen.
“DPRD saja tidak ramah terhadap teman-teman disabilitas dan itu dirasakan teman kami yang memakai kursi roda harus digotong. Itu sangat riskan, karena salah sedikit bukan hanya yang digotong, yang menggotong pun bisa mengalami kecelakaan kerja,” katanya. [wir/kun]




