Mojokerto (beritajatim.com) – Kegiatan unik dan penuh kebersamaan digelar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto. Melalui agenda bertajuk ‘Sate Mandora’ atau Mandor Penjara, ribuan tusuk sate dibakar bersama oleh warga binaan dan petugas Lapas di Aula Serbaguna Lapas Kelas IIB Mojokerto.
Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak selama kegiatan berlangsung. Warga binaan terlihat antusias saat membakar sate sambil saling membantu dan bercengkerama dengan petugas Lapas. Sebanyak 5.500 tusuk sate disiapkan dalam kegiatan tersebut.
Kepala Lapas (Kalapas) IIB Mojokerto, Arifin Akhmad, turut hadir dan ikut langsung membakar sate bersama warga binaan maupun jajaran petugas. Kehadirannya di tengah kegiatan menambah suasana semakin akrab dan mencerminkan hubungan harmonis dalam proses pembinaan di dalam Lapas.
Selain menikmati sate, panitia juga menyiapkan hidangan tongseng untuk disantap bersama dalam suasana santai dan penuh kebersamaan. Nama ‘Sate Mandora’ dipilih sebagai simbol kedekatan serta kebersamaan antara warga binaan dan petugas di lingkungan Lapas.
Kalapas mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya membangun hubungan yang harmonis antara petugas dan warga binaan. Melalui kebersamaan sederhana seperti makan bersama, diharapkan tercipta energi positif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat rasa kekeluargaan dan menumbuhkan semangat positif bagi seluruh warga binaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap suasana pembinaan di dalam Lapas Kelas IIB Mojokerto semakin kondusif, humanis, dan penuh semangat kebersamaan,” ungkapnya, Kamis (28/5/2026). [tin/kun]




