JAKARTA, DISWAY.ID - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim menyerang pangkalan udara AS di Kuwait.
Serangan balasan dilakukan sebagai respons atas serangan AS di dekat Bandara Bandar Abbas di Iran selatan, kata IRGC dalam pernyataannya.
Dilansir dari Anadolu Agency, menurut kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim News Agency, IRGC mengatakan bahwa serangan balasan itu dilakukan pada pukul 04.50 waktu setempat (01.20 GMT), beberapa jam setelah apa yang mereka sebut sebagai serangan AS terhadap sebuah titik di dekat bandara kota pelabuhan tersebut menggunakan proyektil udara.
“Respons ini merupakan peringatan serius agar musuh mengetahui bahwa agresi tidak akan dibiarkan tanpa balasan, dan jika diulangi, respons kami akan lebih tegas,” kata IRGC.
BACA JUGA:IRGC Akui Kembali Tembak Jatuh Pesawat F-35 Stealth, Senjata Murah Iran Pecundangi Teknologi Amerika
Kemudian, Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Kamis melalui platform media sosial X mengonfirmasi bahwa Iran meluncurkan “sebuah rudal balistik menuju Kuwait” pada Rabu pukul 22.17 waktu ET (02.17 GMT), dan bahwa rudal tersebut “berhasil dicegat oleh pasukan Kuwait.”
CENTCOM menggambarkan peluncuran itu sebagai“pelanggaran gencatan senjata yang sangat serius oleh Iran.
CENTCOM juga mengatakan bahwa pasukan Iran sebelumnya meluncurkan “lima drone serang satu arah yang menimbulkan ancaman nyata di dan dekat Selat Hormuz,” serta menambahkan bahwa semuanya berhasil dicegat oleh pasukan AS.
BACA JUGA:Trump Meradang Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pimpinan Tertinggi Iran yang Akrab dengan IRGC
Komando itu juga menyebut bahwa pasukan AS mencegah peluncuran drone keenam dari lokasi kendali darat Iran di Bandar Abbas.
Sebelumnya pada hari yang sama, seorang pejabat AS mengatakan kepada Anadolu bahwa pasukan AS menembak jatuh empat drone Iran yang dianggap mengancam di dekat Selat Hormuz dan menyerang sebuah stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas yang sedang mempersiapkan peluncuran drone kelima.
“Tindakan ini terukur, murni bersifat defensif, dan dimaksudkan untuk menjaga gencatan senjata,” kata pejabat tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim.
CENTCOM mengatakan bahwa pasukan AS dan mitra regional “tetap waspada dan bertindak terukur” saat mereka terus melindungi “pasukan dan kepentingan dari agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan.”
BACA JUGA:Komandan IRGCQF Jenderal Esmail Qaani Disambut Iran di Pemakaman Korban Israel Setelah Dikabarkan Tewas oleh Amerika
Serangan terbaru ini terjadi setelah CENTCOM awal pekan ini mengonfirmasi gelombang serangan sebelumnya di Iran selatan yang menargetkan lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal Iran yang diduga berusaha memasang ranjau. Iran mengecam serangan itu sebagai pelanggaran berat terhadap gencatan senjata.
- 1
- 2
- »




