Korban Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza Tembus 72 Ribu Orang

viva.co.id
1 hari lalu
Cover Berita

VIVA –  Jumlah korban tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 mencapai 72.819 orang, dengan 172.894 lainnya mengalami luka-luka, menurut sumber-sumber medis di Jalur Gaza pada Kamis, 28 Mei 2026.

Dilaporkan bahwa rumah sakit di Jalur Gaza menerima enam korban tewas dan 39 korban luka dalam 48 jam terakhir. Menurut sumber tersebut, jumlah warga Palestina yang tewas sejak gencatan senjata 11 Oktober 2025 bertambah menjadi 922 orang.

Baca Juga :
PBB Tambahkan Israel ke 'Daftar Hitam' Negara Pelaku Kekerasan Seksual
Board of Peace Bentukan Trump Disebut Bakal Masuk Gaza dalam Waktu Dekat

Sementara itu, jumlah korban terluka mencapai 2.786 orang dan sebanyak 781 jenazah berhasil ditemukan.

Sumber yang sama menjelaskan bahwa sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan jalanan, lantaran hingga saat ini tim penyelamat dan ambulans belum dapat menjangkau mereka.

Krisis Obat-obatan

Pada Minggu, 24 Mei 2025, sumber-sumber medis memperingatkan kondisi genting persediaan obat-obatan dan perlengkapan medis, yang memperparah krisis perawatan kesehatan dan mengancam nyawa ribuan pasien di wilayah Jalur Gaza, Palestina.

Sumber-sumber itu mengatakan 250 pasien gagal ginjal berisiko kehilangan akses dialisis akibat kekurangan larutan Bibag. Sementara itu, perawatan untuk delapan anak yang sakit juga kemungkinan terhenti lantaran minimnya filter medis yang diperlukan.

Mereka menambahkan bahwa kekosongan suntikan insulin memperburuk kondisi kesehatan sekitar 11.000 pasien diabetes. Selain itu, sebanyak 110 pasien hemofilia menderita parah akibat kurangnya perawatan VACTOR di Jalur Gaza.

Akhir pekan lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Wilayah Mediterania Timur menggambarkan hancurnya layanan kesehatan dan kehidupan manusia di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, sebagai sebuah tragedi mengerikan.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan Kamis (21/5), Direktur WHO untuk Wilayah Mediterania Timur Dr. Hanan Balkhy mengatakan sejak Oktober 2023, lebih dari 72.000 orang meninggal dunia dan 182.000 lainnya terluka. "Pada 2025 saja, hampir 26.000 kematian baru telah dilaporkan," kata Balkhy.

Dia mengungkapkan setelah gencatan senjata pada Oktober 2025, pembunuhan terhadap warga sipil terus berlanjut, layanan kesehatan masih terganggu, dan akses kemanusiaan juga masih terbatas.

Saat ini, lanjutnya, tidak ada rumah sakit yang berfungsi secara penuh di Gaza dan tidak ada satu pun rumah sakit yang beroperasi di Gaza utara. Selain itu, lebih dari setengah stok obat-obatan penting habis, sementara ribuan pasien masih perlu evakuasi medis mendesak.

Baca Juga :
Erdogan Beri Pernyataan Pedas ke Netanyahu di Momen Idul Adha!
Menohok! Ulama Iran Sebut Mimpi AS-Israel ‘Lumpuhkan’ Iran Akan Dibawa ke Liang Lahat
Chiki Fawzi Bongkar Kekejaman Israel ke Relawan Indonesia, Disetrum Hingga Ginjal Dipukuli Terus Sampai Kencing Darah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhan Tiongkok Absen dari Dialog Shangri-La untuk Kali Kedua
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pipa Gas Bocor Diduga Akibat Galian Proyek di Bekasi
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Sudewo Bakal Jalani Sidang di PN Semarang, KPK Siapkan Surat Dakwaan
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Undana dan TVRI NTT Matangkan Nobar Piala Dunia 2026 di Kupang untuk Perkuat Sinergi dan Ruang Sosial Kampus
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Tragedi Libur Idul Adha di Wajo, 2 Bocah Tewas Terseret Arus Sungai Walenae
• 4 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.