Menhan Tiongkok Absen dari Dialog Shangri-La untuk Kali Kedua

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

New York: Rusia dan Ukraina saling melontarkan tuduhan dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kamis, setelah serangan rudal dan drone besar-besaran menghantam Kyiv pada 23–24 Mei 2026.

Pertemuan digelar atas permintaan Ukraina menyusul serangan yang disebut sebagai salah satu yang paling parah sejak invasi Rusia pada 2022.

Duta Besar Ukraina untuk PBB, Andriy Melnyk, menyebut serangan itu sebagai “Armageddon” bagi ibu kota Ukraina. Ia mengatakan Rusia meluncurkan puluhan rudal jelajah dan balistik, termasuk rudal Kinzhal dan Zircon, serta lebih dari 600 drone yang menyebabkan sedikitnya empat orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka.

Melnyk menuduh Rusia melakukan kejahatan perang karena serangan turut merusak bangunan tempat tinggal, sekolah, institusi budaya, hingga fasilitas pemerintah. “Malam 23–24 Mei di Kyiv dihantam serangan yang tanpa berlebihan bisa dibandingkan dengan Armageddon,” kata Melnyk dalam sidang Dewan Keamanan PBB.

Dilansir dari media Anadolu Agency, Ukraina juga membantah tuduhan Rusia terkait serangan terhadap sebuah kampus dan asrama di Starobilsk, wilayah Luhansk yang dikuasai Rusia. Melnyk menyebut tuduhan tersebut sebagai cerita palsu dan menegaskan Ukraina hanya menyerang target militer yang sah sesuai hukum humaniter internasional.

Sementara itu, Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, menuding Ukraina berupaya mengalihkan perhatian dari serangan di Starobilsk yang menurut Moskow menewaskan 21 orang dan melukai 44 lainnya. Ia menyebut serangan tersebut sebagai tindakan barbar yang menargetkan warga sipil.

Nebenzya mengatakan serangan balasan Rusia ditujukan ke pusat komando militer, pangkalan udara, dan fasilitas industri pertahanan Ukraina. Ia menegaskan Rusia tidak merencanakan maupun melakukan serangan terhadap infrastruktur sipil di Ukraina.

Asisten Sekretaris Jenderal PBB, Khaled Khiari, mengatakan gelombang serangan ke Ukraina melibatkan hingga 90 rudal jarak jauh dan sekitar 600 drone. Menurutnya, sedikitnya lima orang tewas dan 112 lainnya terluka di berbagai wilayah Ukraina, dengan Kyiv menjadi daerah yang mengalami kerusakan paling parah.

Khiari menambahkan lebih dari 30 situs budaya dilaporkan rusak akibat serangan tersebut. Puing-puing serangan juga disebut menghantam fasilitas diplomatik dan gedung milik PBB di ibu kota Ukraina. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Serangan Besar-besaran Rusia di Kyiv Tewaskan 1 Orang dan Lukai 24 Warga


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemendagri Dorong Percepatan Kelengkapan Dokumen agar Pencairan Dana Pemulihan Bencana di Sumatera Segera Dilaksanakan
• 3 menit lalupantau.com
thumb
Karyawan Biasa Menang Judol Rp 21 Miliar, Dituntut Penjara 50 Tahun
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Peluang Lapangan Kerja Diburu, Ratusan Karyawan PT Xacti Indonesia Kena PHK Imbas Rupiah Melemah
• 14 jam laludisway.id
thumb
Kemenperin Klaim Kebijakan BBM Subsidi Dorong Industri Tetap Ekspansif
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Wagub Rano Waspadai Sinkhole Seperti di Lenteng Agung Terjadi di Wilayah Lain
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.