Kondisi yang terjadi saat ini, tentunya memicu kenaikan harga paket umrah dan haji di Indonesia.
IDXChannel - Memanasnya konflik di Timur Tengah memicu kenaikan harga avtur, yang menyebabkan harga tiket pesawat, hotel, dan fasilitas penunjang lainnya untuk jamaah umrah dan haji mengalami kenaikan signifikan. Kondisi ini juga diperparah karena melemahnya nilai tukar rupiah.
Kondisi yang terjadi saat ini, tentunya memicu kenaikan harga paket umrah dan haji di Indonesia. Oleh karena itu, sejumlah biro perjalanan terus melakukan penyesuaian strategi terhadap perubahan tersebut agar pelayanan kepada jamaah tetap berjalan optimal.
“Kita terus melakukan upaya agar kenaikan (harga layanan) tidak terlalu memberatkan jamaah tanpa kita harus menurunkan kualitas pelayanan dan fasilitas kepada jamaah," kata Direktur operasional Marco Tour Travel Syarif Thalib dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).
"Kita juga memberikan pilihan variasi paket perjalanan dengan rentang waktu berbeda hingga fasilitas berbeda yang lebih fleksibel agar jamaah bisa menyesuaikan biayanya, Marco Travel juga tetap menjaga komitmen keberangkatan jamaah di tengah fluktuasi biaya perjalanan yang terus berubah,” kata dia.
Dia mengaku optimistis menghadapi kondisi tersebut, dengan tetap meningkatkan kualitas pelayanan, transparansi biaya. Pihaknya pun akan melakukan edukasi jamaah dengan jelas mengapa ada perubahan harga paket perjalanan.
"Pada musim haji tahun ini, Marco Travel tetap menjalankan rangkaian ibadah sunnah haji, termasuk pelaksanaan tarwiyah, bermalam di Muzdalifah, hingga penempatan tenda jamaah yang strategis di Mina," ujarnya.
Menurutnya, jamaah tetap diajak menjalankan sunnah haji dengan berangkat ke Mina pada 8 Dzulhijjah dan mempersiapkan diri menghadapi puncak haji di Arafah. Selain itu, juga tetap melaksanakan mabit atau bermalam di Muzdalifah.
"Untuk menunjang kenyamanan jamaah selama berada di area terbuka, pihak travel telah menyiapkan matras atau busa khusus sebagai alas istirahat," ujar dia.
Dia menambahkan, pihaknya juga menyediakan fasilitas tenda ber-AC di Mina yang berlokasi sekitar 150 meter dari area Jamarat. Jarak tenda tersebut juga dekat dengan lokasi lempar jumrah, agar memudahkan jamaah dalam menjalankan rangkaian ibadahnya.
"Pelayanan haji bukan hanya soal fasilitas mewah, tetapi juga bagaimana jamaah dapat menjalankan ibadah sesuai sunnah dengan aman, nyaman, dan lebih tenang, dengan pengalaman panjang dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah," kata dia.
(Dhera Arizona)





