JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memperkuat layanan pelindungan jemaah selama fase Mina dalam pelaksanaan ibadah haji 1447 H/2026, dengan menyiagakan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat.
Juru bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan MCR menjadi salah satu instrumen penting dalam penguatan layanan di titik-titik krusial pergerakan jemaah haji Indonesia.
“MCR atau Mobile Crisis Rescue adalah tim khusus dan posko dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji yang disiagakan di kawasan Jamarat, Mina. Tim ini bertugas memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, dan membantu mengurai kepadatan jemaah selama puncak ibadah haji,” kata Maria, Kamis (28/5/2026).
Ia menerangkan, posko MCR ditempatkan di sejumlah titik strategis di area Jamarat dan jalur perlintasan jemaah.
Baca Juga: Cuaca Panas, Jemaah Haji Diimbau Lempar Jumrah Usai Maghrib | SAPA MALAM
Penempatan tersebut dilakukan agar petugas dapat memantau situasi secara langsung dan merespons cepat jika terjadi kondisi darurat di lapangan.
“Kami memastikan setiap situasi di lapangan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Pelindungan jemaah adalah prioritas,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Kemenhaj.
Seperti diketahui, pada 11 Dzulhijjah 1447 H atau Kamis, 28 Mei 2026, jemaah haji Indonesia mulai melaksanakan lontar tiga jamarah, yakni Ula, Wustha, dan Aqabah.
Untuk 11 Dzulhijjah, lontar jumrah dijadwalkan dalam dua sesi, yakni pukul 17.00–24.00 waktu Arab Saudi dan dilanjutkan pukul 00.00–04.00 pada 12 Dzulhijjah. Adapun waktu larangan melontar berlaku pukul 11.00–18.00 waktu Arab Saudi.
Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- mina
- lontar jumrah
- mobile crisis rescue
- kementerian haji dan umrah
- haji 2026
- jemaah haji indonesia





