HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sebanyak 405 jurnalis Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulsel dijadwalkan akan menghadiri Konferensi Provinsi (Konferprov) PWI. Acara ini digelar di Hall Lantai 2 Gedung Fajar Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo Nomor 20, Makassar, 2 Juni 2026. Agenda utamanya pemilihan Ketua PWI Sulsel dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sulsel.
Panitia mengimbau seluruh peserta, baik peserta penuh maupun peserta peninjau, untuk mengenakan kemeja putih sebagai pakaian resmi acara. Hal ini dimaksudkan agar semangat persatuan dan ketaatan berorganisasi PWI semakin tampak jelas selama konferensi berlangsung.
Muhammad Arafah, Juru Bicara Konferprov PWI Sulsel 2026, menjelaskan bahwa dari total 405 wartawan yang hadir, 305 merupakan peserta penuh yang memiliki hak suara. Mereka memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) biasa yang masih aktif dan terdata dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang diterbitkan PWI Pusat pada 25 Mei 2026.
Sementara itu, 100 wartawan lainnya berstatus peserta peninjau yang tidak memiliki hak suara, namun tetap memiliki KTA Muda aktif.
Pengurus PWI Pusat telah menetapkan dua pasangan calon yang akan bertarung dalam pemilihan Ketua PWI Sulsel dan Ketua DKP. Pasangan pertama adalah Amrullah Basri dan Abd. Jurlan, sedangkan pasangan kedua terdiri dari Suwardi Thahir dan Dahlan Abubakar. Penetapan ini tertuang dalam surat bernomor 696/PWI-P/LXXX/V/2026 yang dikeluarkan pada 25 Mei 2026.
Ketua Panitia Konferprov, Faisal Palapa, mengajak seluruh anggota PWI Sulsel untuk menyukseskan acara ini dengan semangat riang gembira. Ia menegaskan bahwa meskipun terdapat perbedaan pilihan, hal tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.
“PWI rumah kita bersama. Meski mungkin berbeda pilihan, itulah bunga-bunga berdemokrasi. Mari bergembira dan lebih menguatkan semangat persatuan dan profesionalisme kewartawanan,” jelas Faisal Palapa.
Lebih lanjut, Faisal Palapa memberikan apresiasi tinggi kepada Organizing Committee (OC), Steering Committee (SC), Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), serta seluruh panitia yang telah bekerja tanpa lelah. “Luar biasa, tanpa lelah, teman-teman sering rapat hingga tengah malam meski tanggal merah,” pungkasnya.





