Jakarta: Analis Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence, Fauzia Cempaka Timur, menilai Israel terus memanfaatkan celah hukum internasional untuk menghindari tekanan global terkait konflik Palestina.
Menurut Fauzia, kondisi tersebut membuat berbagai putusan dan resolusi internasional terhadap Israel sulit dijalankan secara efektif.
“Selama ini Israel sudah menggunakan celah-celah hukum internasional, di antaranya hak veto,” ujar Fauzia dalam program Kontroversi Metro TV, Kamis, 28 Mei 2026.
Ia mengatakan lemahnya mekanisme penegakan hukum internasional menjadi tantangan utama dalam upaya mendorong akuntabilitas Israel.
Fauzia mencatat, sejak 1967 telah ada sekitar 700 resolusi internasional terkait konflik Palestina-Israel. Namun, menurutnya, belum ada satu pun yang benar-benar dipatuhi Israel.
Ia juga menyoroti lemahnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mengeksekusi putusan Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
Menurut Fauzia, situasi tersebut membuat negara-negara dunia seolah tidak memiliki instrumen efektif untuk menindak pelanggaran hukum internasional di Palestina. Dukungan Indonesia untuk Palestina Di sisi lain, Fauzia menilai dukungan internasional terhadap Palestina terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebut jumlah negara yang mengakui kemerdekaan Palestina kini telah mencapai lebih dari 140 negara, termasuk sejumlah negara Eropa.
Fauzia juga mendorong Indonesia untuk terus konsisten menyuarakan dukungan terhadap Palestina melalui jalur diplomasi maupun dukungan terhadap gerakan sipil non-kekerasan.
“Dukungan terbesar untuk Global Sumut Flotilla, sebagai gerakan non-violent terhadap kemerdekaan negara Palestina, ini perlu juga secara konsisten disuarakan oleh Indonesia,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto yang terus mengangkat isu kemerdekaan Palestina di berbagai forum internasional, termasuk saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Baca juga: Macron Puji Sikap Berani Prabowo Soal Palestina




