Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup naik pada perdagangan Kamis (28/5) ditopang naiknya saham-saham teknologi. Selain itu pelaku pasar optimis terhadap potensi perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks S&P 500 naik 0,58% ke level 7.563,63, sedangkan Nasdaq Composite tumbuh 0,91% menjadi 26.917,47. Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,05% ke level 50.668,97.
Kepala Divisi Ekuitas Aptus Capital Advisors David Wagner mengatakan plaku pasar merespons positif kabar potensi kesepakatan antara AS dan Iran.
“Saham-saham sektor discretionary kemungkinan akan langsung melonjak sebagai reaksi awal terhadap berita ini, yang dapat mendorong pasar lebih tinggi,” kata Wagner dikutip dari CNBC, Jumat (29/5).
Menghijaunya Wall Street ditopang lonjakan saham teknologi setelah Snowflake merilis proyeksi kinerja yang kuat dan kembali memicu optimisme terhadap tren kecerdasan buatan (AI). Saham perusahaan penyedia platform data berbasis cloud itu melesat 36,5% dan mencatat kenaikan harian terbesar sepanjang sejarah.
Snowflake membukukan pendapatan dan laba di atas ekspektasi pasar pada kuartal terbaru, serta memberikan panduan positif untuk kuartal kedua fiskal. Perusahaan juga mengumumkan rencana belanja senilai US$ 6 miliar untuk layanan Amazon Web Services selama lima tahun.
Sentimen positif tersebut turut mengangkat saham perusahaan perangkat lunak lainnya. iShares Expanded Tech-Software Sector ETF (IGV) melonjak 2,8%, sementara saham Sandisk naik 3,3%. Adapun saham produsen chip seperti Qualcomm dan Advanced Micro Devices masing-masing melesat 4,2% dan 4,6%.
Pasar saham juga menguat setelah Axios melaporkan negosiator AS dan Iran menyepakati nota kesepahaman berdurasi 60 hari untuk memperpanjang gencatan senjata dan melanjutkan negosiasi terkait program nuklir Iran. Laporan yang mengutip dua pejabat AS dan satu sumber regional itu menyebut Presiden Donald Trump masih belum memberikan persetujuan akhir atas kesepakatan tersebut.
Departemen Perdagangan AS melaporkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau personal consumption expenditures (PCE) naik 0,4% secara bulanan pada April, lebih rendah dibanding ekspektasi ekonom sebesar 0,5%.
Sementara itu, inflasi tahunan bertahan di level 3,8%. Data tersebut memunculkan harapan bahwa tekanan harga mulai mereda, meski masih berada di atas target inflasi The Federal Reserve sebesar 2%.




