Jakarta, CNBC Indonesia - Misteri lengan kecil pada dinosaurus predator legendaris Tyrannosaurus rex (T-Rex) akhirnya terungkap.
Studi terbaru mengungkap ukuran tangan mungil T-Rex kemungkinan merupakan hasil perubahan besar strategi berburu dinosaurus pemakan daging raksasa jutaan tahun lalu.
Penelitian yang dipimpin ilmuwan dari University College London (UCL) dan University of Cambridge menemukan bahwa predator raksasa purba mulai meninggalkan fungsi cakar dan lebih mengandalkan kekuatan tengkorak serta gigitan mematikan untuk melumpuhkan mangsa.
Riset yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B itu menganalisis 82 spesies theropoda, kelompok dinosaurus berkaki dua yang sebagian besar merupakan karnivora.
- Manusia Kawin Campur dengan Spesies Lain, Umur Anak Cuma 5 Tahun
- Temuan Baru Bawa Petaka Bagi China, RI Bisa Kena
Hasilnya, para ilmuwan menemukan penyusutan ukuran lengan depan terjadi secara terpisah pada sedikitnya lima kelompok dinosaurus, termasuk tyrannosauridae yang menjadi keluarga T-Rex.
Penulis utama penelitian Charlie Roger Scherer mengatakan lengan kecil ternyata bukan sekadar efek tubuh dinosaurus yang makin besar.
"Kami ingin memahami apa yang mendorong perubahan ini dan menemukan hubungan kuat antara lengan pendek dengan kepala besar dan sangat kuat. Kepala mengambil alih fungsi lengan sebagai alat menyerang. Ini adalah kasus 'use it or lose it', lengan tidak lagi berguna dan ukurannya mengecil seiring waktu," jelas Scherer, dikutip dari ScienceDaily, Kamis (21/5/2026).
Menurut penelitian tersebut, perubahan ini kemungkinan dipicu munculnya dinosaurus herbivora raksasa seperti sauropoda. Predator purba dinilai lebih efektif menggunakan rahang kuat untuk menyerang dibanding mencoba mencengkeram mangsa raksasa dengan cakar.
"Menyerang dan menahan sauropoda raksasa dengan rahang mungkin jauh lebih efektif," lanjut Scherer.
Para peneliti juga mengembangkan metode baru untuk mengukur kekuatan tengkorak dinosaurus, termasuk mempertimbangkan kekuatan gigitan, bentuk tengkorak, dan struktur tulang.
Dari hasil pengukuran itu, T-Rex tercatat sebagai dinosaurus dengan tengkorak paling kokoh dalam penelitian. Posisi berikutnya ditempati Tyrannotitan, predator raksasa yang hidup di wilayah Argentina modern lebih dari 30 juta tahun sebelum T-Rex.
Tim ilmuwan menduga kondisi tersebut memicu 'perlombaan senjata evolusi' yaitu predator terus mengembangkan rahang dan tengkorak lebih kuat untuk menaklukkan mangsa herbivora yang ukurannya semakin besar.
Penelitian juga menemukan tidak semua dinosaurus berlengan kecil memiliki ukuran tubuh raksasa. Majungasaurus misalnya, hanya berbobot sekitar 1,6 ton atau seperlima berat T-Rex, tetapi tetap memiliki tengkorak kokoh dan lengan yang sangat kecil.
Selain itu, tiap kelompok dinosaurus ternyata mengalami proses penyusutan lengan dengan cara berbeda. Pada kelompok abelisauridae, bagian tangan menyusut drastis, sedangkan pada tyrannosauridae penyusutan terjadi lebih merata di seluruh lengan depan.
Para ilmuwan menyimpulkan bahwa garis keturunan dinosaurus kemungkinan mencapai hasil evolusi serupa melalui jalur biologis yang berbeda.
(dem/dem) Add as a preferred
source on Google




