Teh adalah minuman paling akrab dalam keseharian orang Indonesia. Kerap diminum dalam wujud secangkir teh hangat di pagi hari pengganti kopi, es teh di warteg, sampai matcha latte kekinian. Tak jarang konsumsinya bahkan bisa sesering minum air untuk melepas dahaga, termasuk saat atau setelah makan.
Masalahnya, teh kaya akan senyawa aktif seperti tanin, katekin, dan kafein yang bisa berinteraksi dengan nutrisi dalam makanan tertentu. Dampaknya, entah manfaat tehnya yang hilang, manfaat makanannya tidak bisa diserap baik oleh tubuh, sampai bisa memperberat kerja organ tubuh dan menimbulkan masalah baru.
Untuk beberapa kalangan, kombinasi sepele antara teh dengan bahan tertentu bahkan bisa menyebabkan masalah kesehatan serius jika dilakukan berkepanjangan secara tidak sadar. Sebelum terlambat, catat bahan makanan berikut saat ingin mengonsumsinya bersama teh.





