Akankah Trump Kembali Gagalkan Kesepakatan AS-Iran?

republika.co.id
17 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mencapai nota kesepahaman awal (MOU) untuk memperpanjang gencatan senjata antara kedua negara selama 60 hari dan memulai negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen. Jika tercapai, perjanjian tersebut akan menjadi terobosan besar setelah diplomasi terhenti selama berminggu-minggu.

Sumber-sumber AS mengatakan kepada Aljazirah pada Kamis bahwa kerangka tersebut masih memerlukan persetujuan akhir dari Presiden Donald Trump.

Namun rincian kesepakatan tentatif tersebut masih belum jelas. Juga tidak jelas apakah perpanjangan 60 hari tersebut merupakan batas waktu negosiasi. Gencatan senjata yang sedang berlangsung sudah bersifat terbuka. MOU tersebut akan muncul setelah bentrokan sporadis antara AS dan Iran di Teluk yang mengancam akan merusak gencatan senjata. 

Kedua belah pihak saling melancarkan serangan terbatas pada Kamis pagi. Axios pertama kali melaporkan kesepakatan awal pada Kamis pagi. Gedung Putih mengkonfirmasi laporan tersebut kepada Aljazirah. 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut Axios, kesepakatan tersebut menetapkan bahwa lalu lintas kapal akan “tidak dibatasi” di Selat Hormuz, dan bahwa AS akan mencabut blokade lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Teheran telah mengklaim kedaulatan atas jalur perairan strategis tersebut, dengan mengatakan bahwa selat tersebut harus dikelola bersama oleh Iran dan Oman karena selat tersebut melewati wilayah perairan kedua negara. 

Namun AS menolak segala bentuk kendali Iran, termasuk sistem tol di Selat Hormuz. Sebelumnya pada Kamis, Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mengancam Oman – sekutu dekat Washington – dengan sanksi jika negara tersebut memfasilitasi pengenaan biaya pada kapal yang melewati selat tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, kiri, bertemu dengan rekannya dari Oman Sayyid Badr Albusaidi sebelum bernegosiasi dengan utusan AS di Muscat, Oman, Sabtu, 12 April 2025. - (Kementerian Luar Negeri Iran via EPA)

Bessent kemudian menolak untuk mengkonfirmasi rincian kesepakatan yang dilaporkan tersebut, dan dia menyatakan bahwa tidak akan ada kesepakatan yang tidak memenuhi garis merah Trump. 

“Selalu merupakan kesalahan untuk mendahului presiden, jadi itu semua tergantung pada keputusan presiden,” kata Bessent kepada wartawan. Dia menambahkan bahwa Trump telah memperjelas tiga syaratnya untuk Iran: membuka kembali Hormuz, menyerahkan persediaan uranium yang diperkaya, dan mengakhiri program nuklir.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kuota Magang Nasional 2026 Ditambah, Uang Saku Setara UMK dan UMP Ditanggung Full APBN
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Mantan Presiden-Wapres Juga Diundang ke Upacara Hari Pancasila 1 Juni
• 11 jam lalukompas.com
thumb
TRENDING: Dedi Mulyadi Mau Terapkan Jalan di Jabar Berbayar, hingga Pelatih Korea Bikin Nasib Megawati Hangestri Terancam
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Masa Depan Lingkungan dan Wilayah Perkotaan Akan Jadi Topik Hangat SPIEF-2026
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Mengenal Kandidat Wasit Piala Dunia 2026, Sosok Tegas Penjaga Fair Play
• 7 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.