Mengenal Aplikasi Reviu MBG, Apa Saja Kehebatannya?

disway.id
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan aplikasi Reviu Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengawasi kualitas makanan melalui pelibatan langsung pihak sekolah dan masyarakat.

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengakui selama pelaksanaan program MBG masih ditemukan sejumlah kejadian menonjol seperti siswa yang mengalami sakit perut usai mengonsumsi menu MBG. Menurut dia, kasus itu umumnya dipicu oleh pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).

“Sebagaimana kecelakaan lalu lintas senantiasa diawali dari pelanggaran, demikian juga kejadian menonjol terkait dengan konsumsi MBG senantiasa diawali dengan adanya pelanggaran SOP,” ucap Sony di kantornya, Selasa, 26 Mei 2026.

BACA JUGA:BGN Ungkap Alasan MBG Cuma 5 Hari Seminggu, Sistem Bundling Dihapus

Karena itu, BGN merasa perlu melakukan pengembangan untuk menekan angka kejadian tersebut, utamanya dari sisi pencegahan yang diperkuat.

"Salah satu pencegahan adalah dengan meningkatkan awareness. Awareness kepada para pelaksana di lapangan. Siapa itu para pelaksana di lapangan? Mereka adalah KSPPG, pengawas gizi, dan juga mitra," jelas Sony.

"Terkait dengan kejadian menonjol, ketiga pihak inilah harus betul-betul bersatu dalam satu rangkaian. Nah aplikasi yang akan kita luncurkan saat ini adalah aplikasi yang merupakan wujud nyata menampung, sarana mengatur, menampung kontrol dari masyarakat," tambah dia.

Aplikasi itu, kata Sony, nantinya wajib digunakan oleh penanggung jawab alias Person in Charge (PIC) sekolah yang menerima distribusi MBG.

BACA JUGA:BGN Luncurkan Aplikasi Reviu MBG, Pengawasan Kualitas Makanan Kini Bisa Real-Time

“Aplikasi yang akan kita luncurkan saat ini merupakan wujud nyata untuk menampung kontrol dari masyarakat,” tutur dia.

Sony menjelaskan terdapat empat parameter penilaian utama dalam aplikasi tersebut, yakni ketepatan waktu distribusi, kualitas makanan melalui tes organoleptik seperti aroma dan rasa, kesegaran makanan, serta variasi menu.

"Ini adalah tahap awal pencegahan, merupakan satu langkah strategis meskipun kecil tetapi insya Allah memiliki arti," ungkapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gunung Semeru Erupsi Malam Ini, Kolom Abu Capai 2.000 Meter
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Iran: Tidak Ada Negosiasi dengan AS soal Isu Nuklir
• 36 menit laludetik.com
thumb
Timwas DPR Klaim Penyelenggaraan Haji 2026 Relatif Lebih Baik
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pasar Induk Kramat Jati Bagikan 6.000 Paket Daging Kurban dengan Besek Bambu Ramah Lingkungan pada Idul Adha 1447 H
• 19 jam lalupantau.com
thumb
100 Mitra Pengemudi Pemenang Program Berkah Berangkat Umrah Diumumkan Pasca Idulfitri
• 13 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.