Matamata.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa lahan yang disediakan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan dioptimalkan untuk pembangunan rumah susun (rusun) dan kota satelit. Langkah ini menjadi bagian dari percepatan Program Strategis Nasional (PSN) 3 Juta Rumah.
"Nanti kita utamakan untuk rumah susun dan juga kota satelit. Kami memiliki konsep sederhana untuk melaksanakan program 3 Juta Rumah, kami ingin tanah untuk pembangunan rumah ini bisa tersedia," ujar pria yang akrab disapa Ara tersebut di Jakarta, Kamis (28/5).
Saat ini, Kementerian PKP tengah bergerak cepat melakukan verifikasi lapangan terhadap lahan-lahan yang telah diserahkan. "Kita sekarang sedang mengecek tanah-tanah yang diberikan Pak Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid di 188 lokasi," tambah Ara.
Menurutnya, pembangunan rusun ini merupakan atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo.
Di sisi lain, Kementerian ATR/BPN menegaskan komitmennya untuk memperkuat dukungan terhadap PSN melalui penyediaan lahan skala besar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, memaparkan bahwa total indikasi lahan yang terdata di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 129.000 hektare. Namun, pihak kementerian telah menyaring lahan yang paling siap untuk dieksekusi dalam waktu dekat.
"Data awal kami menunjukkan terdapat sekitar 129.764 hektare lahan yang teridentifikasi. Namun, yang benar-benar potensial untuk dimanfaatkan saat ini sekitar 37.709 hektare," terang Nusron.
Nusron menambahkan, untuk kawasan perkotaan, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan hunian vertikal atau rusun, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sementara itu, lahan dengan skala yang lebih luas akan dialokasikan untuk pengembangan kota satelit baru guna memecah kepadatan penduduk di pusat kota. (Antara)




