Beda Suku Bukan Sekat, Siswa Papua dan Rohis Kompak Urus Kurban di Smada Pekalongan

eranasional.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Hari Raya Iduladha selalu membawa pesan kedamaian, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Namun di SMA Negeri 2 (Smada) Kota Pekalongan, momen sakral ini bertransformasi menjadi potret indahnya toleransi dan persatuan bangsa.

Pada pelaksanaan ibadah kurban yang digelar Jumat (29/5/2026) di halaman parkir Smada tidak hanya riuh oleh aktivitas penyembelihan hewan kurban, tetapi juga menjadi saksi bisu bagaimana perbedaan suku dan agama melebur dalam indahnya gotong royong.

Tahun ini, Smada Pekalongan menyembelih 2 ekor sapi dan 6 ekor kambing, sebuah peningkatan signifikan dibanding tahun lalu yang hanya menyembelih 1 sapi dan 3 kambing.

Di balik melonjaknya jumlah hewan kurban ini, ada cerita menyentuh tentang kebersamaan yang melintasi sekat perbedaan.

Kolaborasi Tanpa Batas: Dari Guru, Alumni, hingga Iuran Seikhlasnya Siswa

Dadang Irwanto, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sekaligus Koordinator Kurban Smada Pekalongan, mengungkapkan rasa syukurnya atas antusiasme warga sekolah yang luar biasa pada tahun ini.

“Alhamdulillah, tahun ini hewan kurban kita meningkat. Sapi pertama merupakan hasil patungan dari 7 orang guru, dan sapi kedua dari 5 orang guru,” ujar Dadang saat ditemui di sela-sela kegiatan, Jumat (29/5/2026).

Sementara untuk kambing, 2 ekor berasal dari sumbangan alumni serta seorang guru Smada, dan 4 ekor lainnya murni dari iuran sukarela para siswa.

Dadang menekankan bahwa pihak sekolah sama sekali tidak mematok nominal iuran kepada siswa. Prinsip gotong royong dan keikhlasan menjadi fondasi utama.

“Kita tidak memaksa, sifatnya seikhlasnya. Ada siswa yang menyumbang Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, bahkan ada yang Rp 10 ribu, semua disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Yang kita tanamkan adalah nilai kepeduliannya,” tambahnya.

Dadang menambahkan, mereka yang tidak berkontribusi pun tidak dipermasalahkan karena sekolah memahami kondisi siswa.

Indahnya Keberagaman: Siswa Papua Ikut Ambil Bagian

Hal yang paling menarik dan menyentuh dalam kegiatan kurban tahun ini adalah keterlibatan panitia yang sangat inklusif.

Pihak sekolah sengaja menggandeng organisasi kerohanian Islam (Rohis) bersama dengan para siswa program afirmasi pendidikan (ADEM) yang berasal dari Papua.

Meskipun berbeda suku dan latar belakang keyakinan, mereka tampak kompak, cair, dan penuh canda tawa saat memotong dan mengemas daging kurban.

Esmeralda, siswi kelas XI Smada asal Papua, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia dan harunya. Bagi Esmeralda dan delapan temannya sesama anak Papua, ini adalah pengalaman pertama mereka terlibat langsung dalam tradisi Iduladha.

“Asyik sekali! Jujur, pas pertama kali datang kami sempat malu-malu dan agak takut. Tapi teman-teman di sini sangat merangkul,” tuturnya kepada eranasional.com

Ia bersama teman-temannya selalu diajak untuk ikut memotong daging, lalu memasukkannya ke kantong plastik.

“Ini pengalaman baru yang sangat berkesan bagi kami. Kami ada 9 orang dari Papua, dan semuanya diajak ikut serta membantu,” ungkap Esmeralda.

Kehadiran Esmeralda dan kawan-kawan menjadi bukti nyata bahwa Smada Kota Pekalongan berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, di mana toleransi tidak sekadar menjadi jargon, melainkan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mempererat Solidaritas dan Berbagi untuk Sesama

Ketua Rohis Smada Pekalongan, Nasrullah, juga merasakan atmosfer yang berbeda dan lebih seru pada pelaksanaan kurban kali ini. Menurutnya, jumlah hewan kurban yang lebih banyak menuntut kerja sama tim yang jauh lebih kuat.

“Kegiatan kurban tahun ini terasa jauh lebih seru karena hewannya lebih banyak. Otomatis, panitia yang terlibat juga lebih banyak, dan di situlah kemitraan serta kerja sama kami diuji dan terjalin sangat kuat,” terangnya.

Di sini, lanjut dia, kami belajar esensi berkurban, belajar mengolah daging, dan yang terpenting belajar membantu dengan semangat dan ikhlas tanpa membeda-bedakan.

Harapan untuk Masa Depan: Mencetak Generasi Ahli Kurban

Melalui momentum Iduladha ini, Dadang Irwanto berharap kegiatan ini bisa menjadi laboratorium sosial dan spiritual bagi seluruh siswa Smada Pekalongan.

“Pesan utama dari kegiatan ini adalah agar para siswa berlatih berkurban sejak dini. Kami ingin membentuk karakter mereka agar kelak ketika sudah dewasa dan mampu secara ekonomi, mereka menjadi ahli kurban yang sesungguhnya,” katanya.

Ia berharap, niat baik dan ketulusan para siswa, termasuk kebersamaan dengan saudara-saudara dari Papua, diterima oleh Allah SWT dan membawa berkah bagi masyarakat luas.

Kegiatan pelaksanaan kurban di Smada dimulai sejak pukul 07.00 WIB, seluruh proses penyembelihan hingga pengemasan diperkirakan selesai sebelum ibadah salat Jumat.

Sebanyak 100 kupon daging sapi telah didistribusikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah.

Sementara itu, daging kambing dibagikan khusus kepada 105 siswa Smada yang membutuhkan, terutama mereka yang berstatus yatim, piatu, maupun dari keluarga kurang mampu.

Pelaksanaan kurban di SMA Negeri 2 Kota Pekalongan tahun ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh penjuru negeri.

Bahwa di bawah bendera kemanusiaan dan kebersamaan, perbedaan suku maupun agama bukanlah pembatas, melainkan kekayaan yang memperindah persatuan bangsa. (em-aha)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
​Menyalakan Lilin Karakter di Tengah Kegelapan Krisis Moralitas
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri PKP: Lahan Kementerian ATR Diprioritaskan untuk Rumah Susun
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Video: Gali Potensi 35 Kab/Kota, Jurus Jateng Dongkrak Ekonomi Daerah
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Studi Ungkap Kacang-Kacangan dan Kedelai Bisa Turunkan Risiko Hipertensi hingga 30 Persen
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Pemerintah Sebut DSI Bukan Pemain Rente, Tak Ambil Untung dari Kebijakan Ekspor Satu Pintu
• 5 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.