Kemenperin Klaim Kebijakan BBM Subsidi Dorong Industri Tetap Ekspansif

katadata.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri manufaktur nasional tetap berada dalam fase ekspansi pada Mei 2026 meski dihadapkan pada ketidakpastian global, pelemahan rupiah, hingga gangguan rantai pasok dunia. Kebijakan pemerintah untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi menjadi salah satu faktor pendorong ekspansi tersebut. 

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, mengatakan kondisi tersebut tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Mei 2026 yang mencapai 53,56 atau naik 1,81 poin dibandingkan April 2026 sebesar 51,75.

“Nilai ini berarti masih ekspansi di atas 50 dan naik 1,81 poin dibandingkan bulan April 2026,” kata Febri dalam Rilis IKI Mei 2026, Jumat (29/5).

Menurut Febri, kenaikan IKI terjadi di tengah berbagai tekanan global, mulai dari konflik Timur Tengah, krisis energi, hingga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang memengaruhi rantai pasok dan permintaan industri.

“Menurut Kementerian Perindustrian, kenaikan IKI ini merupakan bentuk optimisme pelaku industri atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang tidak menaikkan harga BBM subsidi,” ujar Febri dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Kemenperin, Selasa (26/5).

Ia mengatakan kebijakan itu membuat inflasi tetap terkendali sehingga daya beli masyarakat, khususnya terhadap produk manufaktur, tetap terjaga.

“Kebijakan tidak menaikkan harga BBM subsidi tersebut membuat inflasi tetap terkendali sehingga daya beli masyarakat terutama daya beli atas produk manufaktur meningkat,” katanya.

Febri menyebut sekitar 80% output manufaktur nasional diserap pasar domestik, sedangkan sisanya diekspor. Karena itu, stabilitas konsumsi masyarakat dinilai sangat berpengaruh terhadap kinerja industri.

Didongkrak Kinerja Industri Pakaian Jadi dan Kertas 

Dari 23 subsektor industri yang dianalisis, sebanyak 20 subsektor tercatat mengalami ekspansi dan hanya tiga subsektor mengalami kontraksi. Subsektor yang ekspansif berkontribusi sebesar 57,8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas pada triwulan I 2026.

Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah industri pakaian jadi (KBLI 14) serta industri kertas dan barang dari kertas (KBLI 17). Sementara itu, subsektor yang mengalami kontraksi meliputi industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki (KBLI 15), industri pengolahan lainnya (KBLI 32), serta reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan (KBLI 33).

Berdasarkan komponen pembentuknya, variabel pesanan baru meningkat 2,04 poin menjadi 53,47 dan variabel produksi naik 3,86 poin menjadi 55,20. Adapun variabel persediaan produk melambat 1,80 poin menjadi 51,33.

Kemenperin juga mencatat industri yang berorientasi pasar domestik menunjukkan kinerja lebih tinggi dibandingkan industri berorientasi ekspor. Nilai IKI industri domestik mencapai 53,46 atau naik 2,56 poin dibandingkan April 2026, sedangkan IKI industri ekspor berada di level 53,73.

Meski optimisme pelaku usaha pada Mei meningkat, Febri mengakui terdapat perlambatan ekspektasi untuk enam bulan mendatang. Tingkat optimisme pelaku usaha enam bulan ke depan tercatat sebesar 69,9%, turun 0,2% dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut Febri, hal tersebut dipengaruhi ketidakpastian global yang masih membayangi rantai pasok bahan baku industri nasional. Ia menyebut sekitar 24% bahan baku industri masih bergantung pada impor.

“Ketidakpastian global masih membayangi persepsi pelaku industri untuk usaha enam bulan ke depan,” ujar Febri.

Di sisi lain, Kemenperin mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai 5,61% secara tahunan, sedangkan industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,14%.

Selain itu, realisasi investasi nasional pada triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun atau naik 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sektor sekunder berkontribusi Rp182,1 triliun atau 36,5% dari total investasi nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapal JALUR Polda Riau Hadir di Pulau Terluar, Beri Bansos ke Nelayan
• 5 jam laludetik.com
thumb
Diduga Pembunuhan, Misteri Kematian Warga Korea Selatan di Tambun Selatan Masih Diselidiki
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Dukung Visi Asta Cita, Program SEHATI TAP Untuk Negeri Kembali Digelar untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Mikel Arteta Nilai Rekor Duel PSG vs Arsenal Tak Berpengaruh di Final UCL 2025-26
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Board of Peace Belum Kantongi Dana Rekonstruksi Gaza Sejak Dibentuk Trump
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.