Board of Peace Belum Kantongi Dana Rekonstruksi Gaza Sejak Dibentuk Trump

kumparan.com
22 jam lalu
Cover Berita

Dana resmi rekonstruksi Gaza milik Board of Peace yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan masih kosong, meskipun negara-negara anggota telah menjanjikan dalam bantuan miliaran dolar AS.

Sumber yang mengetahui kondisi dewan tersebut mengatakan kepada AFP bahwa dana rekonstruksi Gaza yang dikelola Bank Dunia dan didukung PBB hingga kini belum menerima dana dari para donor.

Trump pertama kali menggagas pembentukan dewan itu untuk membangun kembali Gaza, setelah Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata yang didukung AS pada Oktober lalu guna menghentikan perang dahsyat yang telah berlangsung selama dua tahun.

Namun, langkah Trump mengundang berbagai pihak ke dalam dewan tersebut sempat memicu perhatian, termasuk undangan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejumlah negara yang selama ini jauh dari diplomasi tradisional Timur Tengah.

Sejak Board of Peace dibentuk, dana resminya yang dikelola Bank Dunia belum menerima setoran apa pun dari negara donor, dikutip dari AFP pada Kamis (28/5).

Sumber itu menjelaskan dana belum disalurkan karena mekanisme pendanaan tersebut memang dirancang untuk fase rekonstruksi dan pembangunan, yang hingga kini dinilai belum dimulai.

Operasi militer Israel di Gaza masih terus berlangsung meskipun gencatan senjata telah disepakati. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 910 orang tewas sejak gencatan senjata diberlakukan.

Israel juga masih menguasai sekitar 60 persen wilayah Jalur Gaza, termasuk seluruh akses keluar-masuk wilayah tersebut, sementara sebagian besar penduduk terkonsentrasi di wilayah pesisir.

Sebelumnya pada Rabu (27/5), Financial Times melaporkan Board of Peace menerima donasi langsung melalui rekening JPMorgan, mengutip pernyataan juru bicara dewan tersebut. Financial Times mencatat rekening JPMorgan tersebut tidak memiliki “persyaratan transparansi independen”.

Dalam unggahan di media sosial, Board of Peace menyatakan dana yang dikelola Bank Dunia hanyalah “salah satu dari berbagai mekanisme pendanaan yang hingga kini belum dimanfaatkan oleh komunitas donor”. Dewan itu juga menyebut pendanaannya tetap berjalan melalui mekanisme lain.

Sejumlah negara besar Eropa memilih menjauh dari Board of Peace, yang didominasi oleh sekutu lama AS di Timur Tengah, sekutu ideologis Trump, dan negara-negara kecil yang ingin menarik perhatian Trump. Prancis dan Inggris juga menolak untuk bergabung.

Board of Peace dipimpin secara langsung bukan hanya oleh AS, tetapi secara personal oleh Trump, yang memegang keputusan akhir dan dapat tetap memimpin dewan tersebut bahkan setelah masa kepresidenannya berakhir.

Trump sebelumnya mengatakan AS akan menyumbang USD 10 miliar untuk dewan tersebut. Sementara Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab masing-masing menjanjikan kontribusi minimal USD 1 miliar. Sesuai piagam dewan, anggota diwajibkan membayar USD 1 miliar untuk memperoleh kursi permanen.

Sementara itu, penilaian bersama Uni Eropa dan PBB yang dipublikasikan pada April lalu memperkirakan lebih dari USD 71 miliar dibutuhkan dalam satu dekade ke depan untuk membangun kembali Gaza yang hancur akibat perang. PBB menyebut kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut saat ini berada dalam kondisi “kritis”.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kairi ONIC Ungkap Film Nobody Loves Kay Angkat Kisah Hidupnya dan Siap Tayang Perdana 4 Juni 2026
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Suramnya Idul Adha di Gaza, Warga Tenggelam dalam Duka dan Kemiskinan
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bareskrim Bakal Jemput Paksa Selebgram dan YouTuber Terkait Kasus Whip Pink
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Pasukan Israel Tutup Masjid Ibrahimi di Hebron, Jamaah Dipaksa Keluar
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Kementerian PKP Menetapkan Taman Keselamatan Lalu Lintas Giwangan sebagai Lokasi Potensial Hunian Vertikal di Yogyakarta
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.