Pantau - Iran membantah laporan sejumlah media Barat yang menyebut rancangan nota kesepahaman dengan Amerika Serikat (AS) telah selesai dan hanya menunggu pengumuman resmi dari kedua negara.
Sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran menyatakan rancangan kesepakatan tersebut masih belum difinalisasi sehingga informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
"teks tersebut belum difinalisasi," ungkap sumber tersebut seperti dikutip kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim.
Sumber itu juga menegaskan Iran belum memberikan pemberitahuan kepada mediator Pakistan terkait penyelesaian dokumen kesepakatan tersebut.
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan FinalMenurut sumber tersebut, pemerintah Iran akan menginformasikan kepada mediator Pakistan dan publik apabila kesepakatan benar-benar telah dirampungkan.
"Sampai saat itu, setiap narasi dari sumber-sumber Barat yang mengeklaim persoalan ini telah final tidak dapat dipercaya," katanya.
Pernyataan itu muncul setelah sejumlah laporan media Barat menyebut proses negosiasi antara Iran dan AS telah mencapai tahap akhir.
Laporan Media AS Sebut Ada Kesepakatan AwalSitus berita Axios sebelumnya melaporkan, mengutip pejabat AS, bahwa negosiator kedua negara telah mencapai kesepakatan awal terkait perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari serta kerangka perundingan nuklir.
Laporan tersebut menyebut sebagian besar syarat kesepakatan telah disepakati oleh kedua pihak.
Namun demikian, Presiden AS Donald Trump disebut masih belum memberikan persetujuan akhir terhadap nota kesepahaman tersebut.
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari Washington maupun Teheran mengenai penyelesaian perundingan tersebut.




