MINA, KOMPAS.com – Petugas Daerah Kerja (Daker) Bandara terjun memperkuat Satuan Tugas (Satgas) Mina untuk mengantisipasi kendala pada fase Mina yang sangat krusial.
Pergerakan di kawasan Jamarat, kompleks di Mina tempat prosesi lempar jumrah, sangat padat dan memiliki rute multi-lantai yang kerap membuat jemaah kehilangan arah saat hendak kembali ke tenda atau hotel.
Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, menjelaskan bahwa pengerahan timnya difokuskan pada pengamanan dan pelayanan rute pergerakan jemaah.
Para petugas bandara kini bersiaga di titik-titik krusial di sekitar Jamarat.
"Kami semuanya dari petugas Daker Bandara dikerahkan untuk memperkuat layanan pemantauan jalur Jamarat bawah," ungkap Abdul Basir, Jumat (29/5/2026).
Baca juga: Menhaj Tinjau Jamarat dan Layanan Haji Khusus
Selain memandu arah, petugas juga siap memberikan pertolongan pertama bagi jemaah haji, mengingat pelaksanaan ibadah di Mina menuntut ketahanan fisik ekstra di tengah cuaca panas.
"Kami juga membantu pelayanan kepada jemaah-jemaah yang kelelahan yang membutuhkan tempat untuk beristirahat sejenak maupun perawatan," ujar Basir.
Jemaah bisa lelah fisik dan disorientasiBerdasarkan dinamika di lapangan, disorientasi arah masih menjadi masalah utama yang dialami jemaah usai menyelesaikan lontar jumrah.
Kelelahan fisik kerap memecah konsentrasi jemaah saat harus memilih jalur pulang.
"Kendalanya rata-rata mereka salah arah ya. Kalau ternyata mereka mau ke Mina ternyata mereka malah turun dari lantai 3 atau mereka yang mau pulang ke hotel malah kembali muter ke arah Mina, rata-rata begitu," jelas Basir.
Baca juga: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Sudah di Arafah, Timwas DPR Soroti Krusialnya Fase Armuzna
Untuk menangani hal tersebut, petugas menerapkan Prosedur Operasi Standar (SOP) penanganan yang mengutamakan pemulihan fisik dan keselamatan jemaah. Jemaah yang tersesat terlalu jauh akan dievakuasi ke Daker Makkah.
"Biasanya setelah dari Daker Makkah diantarkan ke hotelnya," terang Basir.
Bantuan dari personel Daker Bandara ini akan berlangsung selama fase puncak kepadatan di Mina, sebelum mereka harus bersiap untuk fase pemulangan jemaah haji ke Tanah Air.
"Petugas bandara diperbantukan di Mina sampai 12 Dzulhijah, nafar awal, sore kita selesai tugas dari nafar awal lalu tanggal 30 kita kembali ke Jeddah untuk persiapan pemulangan jemaah haji gelombang 1," pungkas Basir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




