Acha Septriasa mengaku mendapat pemahaman baru mengenai kehidupan korban kekerasan dalam relasi saat memerankan karakter Amina dalam film Suamiku Lukaku.
Dalam film tersebut, Acha berperan sebagai Amina, seorang ibu yang hidup dalam ketakutan akibat perlakuan suaminya, Irfan (Baim Wong). Meski dikenal sebagai motivator yang baik dan dihormati di depan publik, Irfan ternyata menyimpan sisi gelap yang penuh kekerasan di dalam rumah.
Menurut Acha, karakter Amina membantunya memahami bahwa banyak korban kekerasan sebenarnya sadar bahwa mereka sedang terluka. Namun, berbagai faktor membuat mereka sulit keluar dari situasi tersebut.
"Amina membuat saya memahami bahwa banyak korban sebenarnya sadar mereka terluka, tetapi mereka terjebak dalam rasa takut, tekanan sosial, dan harapan bahwa semuanya akan berubah," ujar Acha dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5).
Bagi Acha, hal terpenting dari perjalanan karakter Amina adalah keberaniannya untuk memilih masa depan yang lebih baik bagi dirinya dan sang anak.
"Yang paling penting dari karakter ini adalah bagaimana ia akhirnya memilih dirinya sendiri dan anaknya untuk keluar dari lingkaran tersebut. Saya berharap penonton bisa ikut merasakan bahwa keberanian sekecil apa pun tetap berarti," lanjutnya.
Sementara itu, Baim Wong yang memerankan Irfan mengatakan bahwa karakter yang ia mainkan menjadi pengingat bahwa pelaku kekerasan tidak selalu mudah dikenali.
"Yang membuat karakter Irfan terasa mengerikan justru karena dia terlihat normal, dihormati, bahkan dipercaya banyak orang. Itu yang sering terjadi di dunia nyata. Kekerasan bisa tersembunyi di balik citra baik seseorang," kata Baim.
Menurut Baim, lewat karakter Irfan, ia berharap penonton menjadi lebih peka terhadap berbagai bentuk kekerasan yang mungkin terjadi di sekitar mereka.
"Saya berharap karakter ini bisa membuat penonton lebih sadar untuk tidak mudah menutup mata terhadap apa yang mungkin terjadi di sekitar mereka," tuturnya.
Film Suamiku Lukaku mengangkat isu kekerasan dalam relasi yang kerap tersembunyi di balik citra keluarga harmonis. Produser sekaligus sutradara Sharad Sharaan mengatakan film tersebut dibuat untuk menunjukkan bahwa kekerasan tidak selalu meninggalkan luka fisik.
"Kami ingin memperlihatkan bahwa kekerasan tidak selalu hadir dalam bentuk luka fisik. Ada kata-kata, tekanan, rasa takut, dan kontrol yang perlahan menghancurkan seseorang dari dalam," ujar Sharad.
Terinspirasi dari realitas yang dialami satu dari empat perempuan di Indonesia, Suamiku Lukaku mengisahkan perjuangan Amina untuk keluar dari lingkaran kekerasan demi menyelamatkan dirinya dan putrinya, Nadia (Azkya Mahira).
Harapan baru muncul ketika Amina bertemu Zahra (Raline Shah), seorang pengacara yang berani memperjuangkan hak-hak perempuan. Namun, jalan menuju kebebasan ternyata tidak mudah dan menuntut pengorbanan besar.
Film Suamiku Lukaku tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Mei 2026.





