Puluhan siswa kelas 6 SD Mawar Sharon Christian School (MSCS) berkunjung ke kantor Suara Surabaya Media pada Jumat (29/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi rangkaian kegiatan Discovery Day pada salah satu subjek sekolah yakni Global Perspective, di mana para siswa belajar mengenai wawasan-wawasan di luar sekolah termasuk di Surabaya.
“Suara Surabaya itu kan sudah sudah dalam tanda kutip sudah mengglobal. Suara Surabaya yang secara konten berita pun juga sudah betul terpercaya dan meliput semuanya terutama seputar Kota Surabaya,” ujar Yohan guru pendamping.
Acara kunjungan dimulai dengan sesi materi public speaking yang dibawakan oleh Fabian Yudhistira penyiar Radio Suara Surabaya.
Pada sesi tersebut, siswa belajar mengenai pengenalan dasar tentang public speaking, persiapan sebelum berbicara di hadapan pubik, cara menghilangkan gugup sebelum public speaking, hingga praktik public speaking dengan beberapa siswa maju kedepan untuk menyebutkan nama, hobi, dan cita-cita.
Agenda berlanjut pada sesi kedua, yakni materi desain grafis yang disampaikan oleh Chandra Jayatama staf grafis Suara Surabaya.
Di sesi ini, para siswa dikenalkan pada komponen-komponen desain secara sederhana, kemudian disambung dengan praktik langsung oleh para siswa untuk membuat poster.
Saat praktik pembuatan poster, siswa diberi tantangan dengan satu orang hanya boleh menambahkan satu elemen secara bergantian.
Salah satu murid SD MSCS yang tampak mempraktikkan materi desain grafis di Suara Surabaya Centre, Jumat (29/5/2026) Foto: Emmanuella Mg suarasurabaya.netSelain mendapat materi, siswa-siswa juga berkenalan dengan divisi Gatekeeper untuk melihat secara langsung proses penyiaran di dapur Radio Suara Surabaya. Dua perwakilan siswa, yakni Jose Carlos Sugianto dan Katelynn Natahalie Kwan, bersama Lidya Irinawati guru pendamping turut menyapa pendengar Radio SS saat on air.
Vina Abednego guru pendamping berharap dengan kunjungan melalui materi yang didapat, para siswa dapat mengaplikasikannya dalam kegiatan di sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
“Memang di sekolah juga ada mereka presentasi dengan baik-baik. Tapi kan di sini dapat teori-teorinya, caranya tadi yang bagaimana berdiri tegak, senyum, dan lebih ke teori-teori yang bisa diaplikasikan dan mereka bisa berani bisa jadi public speaker yang baik,” tutur Vina. (vve/iss)




