Antonio Guterres Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan bahwa konflik Ukraina terancam lepas kendali.
“Namun arah perang–eskalasi dan intensifikasi yang kita saksikan–berisiko lepas kendali,” kata Guterres dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang Ukraina, Kamis (28/5/2026).
Ia menilai saat ini konflik tersebut perlu deeskalasi, gencatan senjata, dan diplomasi lebih lanjut.
“Yang dibutuhkan saat ini adalah menciptakan kondisi untuk perdamaian yang adil, abadi, dan komprehensif – sesuai dengan Piagam PBB, hukum internasional, dan resolusi PBB,” kata Sekjen.
Sebelum itu, Kementerian Luar Negeri Rusia pada Senin (25/5/2026) mengatakan serangan mematikan Ukraina di sebuah perguruan tinggi di Starobelsk (Starobilsk) di Lugansk menjadi pemicu terakhir yang mendorong pasukan Rusia untuk memulai serangan sistematis terhadap perusahaan industri pertahanan Ukraina, pusat pengambilan keputusan, maupun pos komando di Kiev.
Oleh karena itu, Kementerian tersebut mengimbau agar warga negara asing, termasuk personel diplomatik untuk sesegera mungkin meninggalkan Kiev.(mar/iss)




