GOWA, KOMPAS - Dua gedung di Rumah Sakit Umum Daerah Gowa, Sulawesi Selatan, terbakar hebat pada Jumat (29/5/2026) siang. Meski tidak menelan korban jiwa, kejadian ini membuat ratusan pasien dievakuasi sementara. Keamanan rumah sakit mendesak jadi perhatian.
Kebakaran hebat melanda dua gedung di RSUD Gowa, Jumat siang. Api melahap ruangan Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit, serta Instalasi Radiologi. Kebakaran membuat ratusan pasien panik.
Fadli (20), menjaga Daeng Ngawing (72), sang ayah yang terlihat lemas di selasar salah satu bangunan RSUD Gowa. Selang infus masih terpasang di tangan kanannya. Pria lanjut usia itu mengalami sesak dan batuk parah.
“Setelah Shalat Jumat, saya lihat api membakar salah satu gedung. Saya lari ke tempat perawatan ayah saya dan mengemas barang-barang. Khawatir api membesar dan menjalar ke gedung lain,” tutur pekerja swasta ini.
Situasi kian panik saat para perawat berlarian dan menyuruh semua pasien turun. Memakai kursi roda, ia membawa sang ayah turun ke lantai satu. Ia khawatir kondisi ayahnya memburuk karena harus naik turun tangga.
Situasi panik juga masih dialami Hasriani (40). Ayahnya turut dievakuasi dari lantai dua seiring kebakaran hebat yang melanda RSUD Gowa. “Kaget betul tiba-tiba teriak kebakaran. Kami harus dorong ayah karena tidak bisa jalan, terpaksa karena panik,” katanya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Dinas Pemadam Kebakaran Gowa Syamsul Bakhri menuturkan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.36 Wita. Sebanyak lima armada yang dimiliki lalu diturunkan untuk memadamkan api.
Seiring api yang membesar, tim Damkar Kota Makassar juga diturunkan untuk membantu pemadaman. “Sekitar total dua jam proses pemadaman bisa dilakukan dengan personel yang terlibat mencapai 50 orang,” katanya.
Berdasarkan analisa sementara, api berasal dari korsleting listrik di salah satu bangunan. Api dengan cepat membesar dan melahap dua buah gedung yang berdekatan. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini, namun kerugian diperkirakan cukup besar.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Gowa Gaffar menuturkan, api diduga muncul dari korsleting listrik di gedung Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana RS. Situasi saat itu sepi seiring para petugas yang bersiap melaksanakan ibadah Shalat Jumat.
“Ada petugas yang mencium bau asap, dan setelah mengecek, ada api dari luar ruangan,” katanya.
Terkait sarana pemadam kebakaran, ia menuturkan, rumah sakit telah dilengkapi dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, api yang cepat membesar membuat pemadaman sulit dilakukan.
Situasi di rumah sakit juga sempat panik. Sekitar 200 pasien dievakuasi menghindari kebakaran meluas. Sejumlah operasi yang sedang berlangsung juga sempat dihentikan seiring listrik yang dimatikan.
“Tidak ada korban jiwa, ataupun luka dari kejadian ini, dan sekarang situasinya terkendali. Kami menunggu juga penyelidikan dari aparat terkait penyebab kebakaran untuk evaluasi nantinya,” ujarnya.





