Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) melaksanakan penyembelihan hewan kurban pada Jumat (29/5). Ajaran toleransi dari Sunan Kudus untuk tidak menyembelih sapi masih dipegang panitia penyembelihan hewan kurban di Menara Kudus.
Proses penyembelihan hewan kurban dilaksanakan di kawasan Menara Kudus. Ada dua lokasi yang digunakan untuk kegiatan penyembelihan, yakni di area sebelah selatan Menara Kudus untuk menyembelih hewan kurban dan di area parkir Menara Kudus untuk pembungkusan daging hewan kurban.
Ketua Panitia Kurban YM3SK, Muhammad Faqol Ahzab, mengatakan panitia tak pernah menyembelih hewan sapi setiap Idul Adha. Hal ini sebagai bentuk melanjutkan tradisi dari Sunan Kudus yang menghormati hewan sapi sebagai hewan agung dalam agama Hindu.
"Setiap Idul Adha, Menara Kudus tidak menyembelih sapi. Dulu zaman Sunan Kudus ketika menyebarkan agama Islam beliau menghormati umat Hindu yang saat itu mengagungkan hewan sapi," katanya, Jumat (29/5).
Ia menjelaskan, sapi dianggap umat Hindu sebagai hewan suci dan agung. Sehingga, pada zaman Sunan Kudus tidak dilakukan penyembelihan sapi sebagai hewan kurban.
"Ajaran itu yang masih kami pegang sampai saat ini. Sehingga kami di Menara Kudus tidak pernah menyembelih sapi. Hewan kurban yang disembelih hanya kerbau dan kambing," terangnya.
Pada momen Idul Adha, pihak YM3SK selalu menyembelih hewan kurban pada tanggal 12 Zulhijah. Tanggal tersebut sudah menjadi pedoman penyembelihan setiap tahunnya.
"Kebetulan jatuhnya hari ini di hari Jumat. Pemilihan tanggal 12 Zulhijah memang sudah dari dulu di Menara Kudus kalau menyembelih hewan kurban di tanggal 12 Zulhijah," jelasnya.
Penyembelihan pada tanggal 12 Zulhijah masih diperbolehkan. Secara aturan, penyembelihan hewan kurban memang dilakukan pada 10 Zulhijah sampai 13 Zulhijah.
Pada tahun 2025 lalu, panitia penyembelihan hewan kurban menerima 18 kerbau dan 33 kambing. Di tahun 2026 ini, panitia menerima 16 kerbau dan 37 kambing. Hewan kurban itu berasal dari warga sekitar dan donatur.
Sementara itu, jumlah perewang yang terlibat ada 400 orang. Jumlah itu meliputi tenaga penyembelihan, pembolang, perewang iris, konsumsi, keamanan, dan kebersihan.
"Tujuan dari berkurban ini untuk mendekatkan diri kepada Tuhan serta berbagi kepada saudara yang membutuhkan," ujarnya.
Proses pendistribusian daging hewan kurban dilakukan melalui koordinator kecamatan (korcam). Nantinya, korcam yang membagikan daging kurban ke rumah warga. Proses pendistribusian dilakukan lewat korcam agar tidak terjadi antrean yang terlalu panjang di kawasan Menara Kudus.
Pendistribusian dilakukan di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus. Masing-masing penerima mendapatkan dua ons daging kurban yang dibungkus menggunakan daun jati.
Total sasaran yang menerima hewan kurban ada 12 ribu penerima. Jumlah itu tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus.
"Harapan kami pelaksanaan hewan kurban ini menjadi momentum meningkatkan keimanan kepada Allah SWT serta menjalin ukhuwah islamiah," imbuhnya.





