Pantau - Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan darurat senilai Rp2 miliar ke Iran sebagai respons atas krisis kemanusiaan yang terjadi akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.
Sekretaris Jenderal PMI A.M. Fachir mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan resmi dari Pemerintah Iran melalui Kedutaan Besar Iran di Indonesia.
“Bantuan obat-obatan dan alat medis darurat PMI ke Iran ini merupakan respons Ketua Umum PMI Bapak Muhammad Jusuf Kalla atas surat dari Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mr. Mohammad Boroujerdi, terkait permintaan obat-obatan darurat dan peralatan medis,” ujarnya di Jakarta, Jumat.
Fachir menjelaskan sektor kesehatan Iran mengalami tekanan berat akibat kerusakan infrastruktur dan terganggunya rantai pasok medis pascaserangan.
Menurut data Kementerian Kesehatan Iran yang disampaikan PMI, sedikitnya 50 rumah sakit dan ratusan fasilitas kesehatan mengalami kerusakan parah hingga hancur total.
“Beberapa fasilitas yang terdampak di antaranya Hospital Gandhi di Teheran serta sebuah rumah sakit jiwa di ibu kota. Puluhan pusat layanan kesehatan terpaksa berhenti beroperasi,” ungkapnya.
Infrastruktur Kesehatan Iran Terdampak ParahPMI menyebut lebih dari 180 pusat kesehatan primer, pos kesehatan pedesaan, dan klinik komunitas mengalami kerusakan sehingga menghambat akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat.
Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas industri farmasi yang menyebabkan kemampuan produksi obat-obatan dalam negeri Iran terganggu.
“Bantuan ini bukan hanya sekadar penyampaian bantuan kemanusiaan. Lebih dari itu, ini adalah perwujudan nyata dari komitmen kita untuk menghadirkan empati, kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan, serta solidaritas rakyat Indonesia terhadap rakyat Iran,” kata Fachir.
PMI berharap bantuan tersebut dapat memperkuat layanan kesehatan dan mendukung penanganan korban yang masih membutuhkan bantuan medis.
Bantuan Dikirim Melalui PakistanMinister Counsellor sekaligus Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Islamabad Rahmat Hindiarta Kusuma mengatakan pihaknya mendukung penuh proses pengadaan dan distribusi bantuan tersebut.
“Sejak awal, KBRI Islamabad telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Pakistan, Kedutaan Besar Iran di Pakistan, serta mengidentifikasi vendor dan melakukan market survey terkait ketersediaan stok obat-obatan dan alat kesehatan,” ujarnya.
Kepala Markas PMI Pusat Arifin Muh Hadi menjelaskan bantuan akan dikirim menggunakan dua kontainer berukuran 40 kaki melalui wilayah perbatasan Pakistan-Iran.
“Seluruh proses pengadaan saat ini telah selesai 100 persen dan minggu depan bantuan akan segera dikirim menuju Taftan, wilayah perbatasan Pakistan dan Iran. Bantuan tersebut meliputi obat-obatan habis pakai, alat pelindung diri (APD), peralatan kesehatan darurat atau wounded and injury kits, peralatan bedah minor, serta obat-obatan esensial lainnya,” kata Arifin.




