HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Mahasiswa kelas Cost Accounting STIE Ciputra Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Literasi Keuangan UMKM Martabak Aroma Daun” pada Selasa, 19 Mei 2026 sebagai bentuk implementasi pembelajaran akuntansi dan manajemen keuangan dalam mendukung penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Claudia Gabriel, Valen Chandra, Melvina Chandra, Tyfany Kohnelius, Christopher Kevin Tjoanto, dan Muhammad Emir di bawah pendampingan dosen pengampu mata kuliah Cost Accounting, Dr. St. Salmah Sharon, SE., M.Si., Ak., CA.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi terkait pengelolaan keuangan usaha, pencatatan transaksi sederhana, pengendalian biaya operasional, serta pentingnya perencanaan keuangan bagi keberlanjutan UMKM Martabak Aroma Daun.
Dr. St. Salmah Sharon, SE., M.Si., Ak., CA. menjelaskan bahwa kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap penerapan ilmu akuntansi secara langsung sekaligus membantu UMKM dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan usaha.
“Literasi keuangan menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan UMKM. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar menerapkan ilmu yang diperoleh di kelas, sementara pelaku usaha mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan dan pengelolaan usaha yang lebih terstruktur,” ujar Dr. Salmah Sharon.
Ia juga menambahkan bahwa kemampuan mengelola keuangan secara baik dapat membantu UMKM mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat dan menjaga keberlangsungan usaha di tengah persaingan pasar.
Pemilik UMKM Martabak Aroma Daun menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang dilakukan mahasiswa STIE Ciputra Makassar. Menurutnya, edukasi yang diberikan sangat membantu dalam memahami pengelolaan keuangan usaha secara lebih sederhana dan praktis.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pelaku UMKM. Kami jadi lebih memahami pentingnya pencatatan pemasukan dan pengeluaran usaha agar kondisi keuangan bisnis dapat dipantau dengan lebih baik,” ungkap pemilik Martabak Aroma Daun.
Claudia Gabriel menyampaikan bahwa kegiatan PKM ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami kondisi usaha kecil secara langsung.
“Kami belajar bahwa pengelolaan keuangan yang baik sangat berpengaruh terhadap perkembangan usaha. Pendampingan ini juga membuat kami memahami tantangan yang dihadapi UMKM dalam menjalankan bisnis sehari-hari,” ujarnya.
Valen Chandra menambahkan bahwa kegiatan ini membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi dan analisis dalam memberikan solusi sederhana bagi pelaku usaha.
“Kami mencoba memberikan edukasi yang mudah dipahami agar dapat langsung diterapkan oleh pelaku UMKM dalam aktivitas usaha mereka,” jelasnya.
Melvina Chandra menilai bahwa literasi keuangan merupakan aspek penting yang sering kali belum diterapkan secara maksimal oleh pelaku usaha kecil.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap UMKM dapat lebih tertib dalam melakukan pencatatan keuangan sehingga usaha dapat berkembang secara lebih terarah,” katanya.
Tyfany Kohnelius menyampaikan bahwa mahasiswa juga memperoleh pengalaman berharga dalam memahami pentingnya pendekatan praktis dalam edukasi masyarakat.
“Kami belajar bagaimana menyampaikan materi keuangan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami dan diterapkan oleh pelaku usaha,” tuturnya.
Sementara itu, Christopher Kevin Tjoanto mengatakan bahwa kegiatan PKM menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori akademik dengan praktik nyata di lapangan.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung mengenai bagaimana ilmu akuntansi dapat membantu UMKM meningkatkan kualitas pengelolaan bisnis mereka,” ujarnya.
Muhammad Emir menambahkan bahwa penguatan literasi keuangan di kalangan UMKM dapat menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya saing usaha lokal.
“Kami berharap edukasi sederhana yang diberikan dapat membantu UMKM menjadi lebih siap dalam mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa STIE Ciputra Makassar diharapkan mampu mengembangkan kompetensi akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penguatan UMKM melalui peningkatan literasi dan pengelolaan keuangan usaha yang lebih baik. (*)





