Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada perdagangan Jumat (29/5/2026), mengikuti kenaikan minyak nabati pesaing di pasar Dalian.
IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat pada perdagangan Jumat (29/5/2026), mengikuti kenaikan minyak nabati pesaing di pasar Dalian, sekaligus berpotensi mencatatkan penguatan mingguan kedua berturut-turut.
Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,29 persen menjadi 4.550 ringgit Malaysia per ton pada 14.56 WIB.
Sejauh pekan ini, kontrak tersebut telah mencatat kenaikan 1,43 persen.
Seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur mengatakan, dikutip Reuters, perdagangan hari ini diperkirakan didorong faktor eksternal, terutama pergerakan pasar Dalian dan minyak kedelai, ditambah sentimen cenderung menguat menjelang libur panjang.
Perdagangan futures akan ditutup pada 1-2 Juni dan kembali dibuka pada Rabu, 3 Juni.
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,68 persen, sementara kontrak minyak sawitnya bertambah 0,24 persen. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade turun 0,18 persen.
Minyak sawit mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena bersaing memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Pemerintah Indonesia bertemu kelompok petani sawit pada Jumat untuk membahas kekhawatiran atas penurunan tajam harga tandan buah segar (TBS), yang menurut petani dipicu ketidakpastian terkait rencana baru penyaluran seluruh ekspor minyak sawit melalui lembaga negara.
Data Komisi Eropa menunjukkan impor kedelai Uni Eropa untuk musim 2025/2026 yang dimulai pada Juli telah mencapai 11,95 juta ton hingga 24 Mei, turun 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, impor minyak sawit turun 4 persen menjadi 2,55 juta ton. (Aldo Fernando)





