KOMPAS.com - Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026 Bambang Haryo Soekartono mengatakan bahwa pihaknya mendapat banyak respons positif terkait pelayanan yang diterima jemaah haji selama rangkaian puncak ibadah haji di Mina.
Sejumlah fasilitas yang disiapkan untuk jemaah reguler dinilai semakin baik dan memberikan rasa aman, khususnya bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan penyandang keterbatasan fisik.
Pernyataan tersebut disampaikan Bambang seusai meninjau pelayanan jemaah haji bersama Rieke Diah Pitaloka di Maktab 14 kawasan Jamarat, Mina, Mekkah, Arab Saudi, Kamis (28/5/2026).
“Alhamdulillah, mereka mengatakan pelayanannya seperti bintang lima. Jadi, walaupun mereka membayar reguler, tetapi mereka merasa pelayanannya bagus,” ujar Bambang dilansir dari laman dpr.go.id, Jumat (29/5/2026).
Baca juga: Wamenhaj: 30 Persen Jemaah Haji Reguler 2026 Berprofesi Sebagai Petani
Menurutnya, peningkatan pelayanan haji terlihat dari berbagai fasilitas dasar yang kini lebih tertata, mulai dari pendingin ruangan (AC), tempat tidur, hingga jumlah toilet dan kamar mandi yang dianggap cukup memadai untuk kebutuhan jemaah.
Bambang menekankan pentingnya menjaga kualitas pelayanan tersebut guna memastikan kenyamanan jemaah di tengah cuaca panas dan aktivitas ibadah yang padat selama di Mina.
Selain fasilitas penginapan, konsumsi jemaah juga dinilai cukup baik. Bambang menyebut, makanan yang disediakan sudah memenuhi kebutuhan gizi jemaah.
Meski demikian, ia mencatat adanya masukan dari jemaah agar porsi sayur hijau dapat ditambah pada penyelenggaraan haji berikutnya.
Baca juga: Wamenag Nilai Penyelenggaraan Puncak Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya
“Tadi kami tanyakan gizinya cukup baik, sehingga tidak ada yang dikeluhkan oleh mereka. Jemaah hanya mengeluhkan masalah sayur, di mana sayur hijau itu perlu ditambah lagi pada tahun-tahun depan,” ungkap Bambang.
Terkait layanan kesehatan, Bambang menyampaikan bahwa jemaah haji merasa lebih aman selama menjalankan ibadah karena dokter dan tenaga kesehatan aktif memantau kondisi mereka.
Salah satu pelayanan yang paling dirasakan manfaatnya oleh jemaah lansia adalah mobil golf. Fasilitas ini digunakan untuk membantu jemaah menuju lokasi lempar jumrah atau Jamarat yang berjarak sekitar tiga kilometer (km) dari tenda penginapan.
“Golf car ini memberikan pelayanan untuk orang tua, ibu-ibu, dan sebagainya yang tidak kuat untuk menuju ke tempat lempar jumrah,” kata Bambang.
Baca juga: Kemenhaj Ingatkan Jemaah Tak Paksakan Diri Saat Lempar Jumrah
Dalam peninjauan tersebut, Bambang juga mengapresiasi penempatan maktab jemaah reguler yang dinilai relatif dekat dengan lokasi lempar jumrah.
Menurut dia, hal tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi kelelahan jemaah pada fase paling padat dalam rangkaian ibadah haji.
“(Lokasi maktab) ini yang menurut saya sangat bagus. Untuk ke depannya, bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” tegas Bambang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




