Timwas Haji DPR Soroti Tenda Berdesakan dan Distribusi Logistik Bermasalah di Mina

pantau.com
7 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI menemukan sejumlah permasalahan dalam pelayanan jemaah haji Indonesia di kawasan Mina, Makkah, mulai dari kapasitas tenda yang padat, sanitasi yang kurang memadai, hingga keterlambatan distribusi makanan kepada jemaah.

Anggota Timwas Haji DPR RI Selly Andriany Gantina mengatakan temuan tersebut diperoleh langsung saat melakukan pemantauan di Mina pada puncak pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah.

“Saya menemukan beberapa temuan kaitan dengan fasilitas tenda, terutama dari fasilitas toilet. Kemudian tenda yang ternyata tidak nyaman untuk para jemaah, di mana dipaksakan untuk jemaah berdempet-dempetan,” ujar Selly di Mina, Makkah, Jumat (29/5).

Sanitasi dan Kapasitas Tenda Jadi Sorotan

Selly menilai kondisi tenda yang terlalu padat membuat kenyamanan jemaah menurun selama menjalani rangkaian ibadah di Mina.

Ia juga menyoroti ketersediaan air bersih yang dinilai belum mencukupi kebutuhan jemaah, terutama untuk keperluan wudu dan sanitasi.

Menurutnya, persoalan tersebut perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak syarikah yang bekerja sama dengan Kidana sebagai pengelola fasilitas haji di Arab Saudi.

Timwas Haji DPR meminta seluruh pihak yang terlibat memenuhi komitmen pelayanan kepada jemaah Indonesia agar kejadian serupa tidak terulang.

DPR Temukan Jemaah Tidak Mendapat Makanan Selama Sembilan Jam

Selain fasilitas tenda, Timwas Haji DPR juga menemukan persoalan serius dalam distribusi logistik dan layanan kesehatan.

“Ada beberapa jemaah yang sudah 9 jam berada di dalam tenda tidak mendapatkan fasilitas makan. Akhirnya para lansia drop. Tentu saja ini menjadi perhatian dari DPR,” tegas Selly.

Ia menyayangkan kondisi tersebut karena berdampak langsung terhadap kesehatan jemaah, khususnya kelompok lanjut usia yang rentan mengalami gangguan kesehatan.

Selly juga menilai fasilitas kesehatan yang tersedia belum optimal untuk menangani jemaah yang mengalami masalah kesehatan akibat kepadatan dan keterlambatan distribusi makanan.

Sebagai solusi, ia mengusulkan penerapan skema tanazul bagi sebagian jemaah agar tidak seluruhnya harus mabit di Mina.

“Kalau memang sekiranya ini menjadi masalah, kenapa jemaah tidak ditanazulkan saja sehingga tidak menjadi beban. Jangan sampai mereka terbebani, tidak mendapatkan makanan, sakit di dalam tenda, dan tidak mendapat fasilitas kesehatan yang layak,” pungkasnya.

Meski memberikan sejumlah catatan kritis, Selly tetap mengapresiasi peningkatan pelayanan haji tahun 2026 di Makkah dan Madinah yang dinilai lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Ia menegaskan kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna harus menjadi fokus utama evaluasi karena merupakan titik paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Total Kerugian Korban Hanania Travel Ditaksir Capai Rp 60 Miliar
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Sosiolog Nilai Pemandi Jenazah Profesi yang Dibutuhkan, tetapi Kerap Terlupakan
• 17 menit lalukompas.com
thumb
Terduga Pembunuh WN Korea Selatan di Bekasi Ditangkap!
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Jalan Amblas di Lenteng Agung Jaksel, Lalin Arah Depok Macet
• 15 jam laludetik.com
thumb
Presiden Prabowo Hadiri Jamuan Santap Malam Kenegaraan di Istana Élysée Paris
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.