Kulon Progo: Debarkasi Haji di Yogyakarta International Airport (YIA), Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta siap melayani kepulangan perdana jemaah haji tanpa melalui asrama pada Selasa, 2 Juni 2026. Berbagai fasilitas pendukung beserta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah disiagakan untuk melayani kepulangan kelompok terbang (kloter) pertama di Tanah Air.
Pelaksana tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Silvia Rosetti menyampaikan sistem debarkasi ini mengadopsi model embarkasi berbasis hotel yang pertama kali diterapkan di Indonesia. Berbeda dengan daerah lain di Indonesia, Debarkasi YIA menerapkan konsep pelayanan kepulangan langsung di bandara tanpa mengharuskan jemaah haji berpindah ke asrama haji terlebih dahulu.
"Nanti turun dari pesawat langsung masuk ke bandara, ada ruangan di bandara yang kita siapkan untuk pemeriksaan kesehatan, dokumen, hingga proses kepulangan ke daerah asal," kata Silvia, dilansir dari Antara, Jumat, 29 Mei 2026.
Baca Juga :
YIA Tuntas Berangkatkan 26 Kloter, Pemulangan Dimulai Juni 2026Setelah melewati pemeriksaan kesehatan dan penyerahan dokumen, jemaah haji akan diarahkan ke ruang pembacaan doa. Setelah itu, mereka dapat langsung menuju ke bus yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah masing-masing.
Menurut dia, alur debarkasi model ini jauh lebih efektif karena memangkas birokrasi. Skema ini juga meminimalkan perpindahan lokasi bagi jemaah haji yang baru saja menempuh perjalanan udara.
Terkait fasilitas di dalam bandara, telah disiapkan ruangan khusus untuk pengecekan suhu tubuh. Proses administrasi keimigrasian seperti pemeriksaan paspor dan dokumen perjalanan, serta pengisian kartu kewaspadaan kesehatan juga dilakukan di tempat tersebut.
Apabila dalam proses pengecekan ditemukan jemaah haji yang sakit atau memerlukan penanganan medis darurat, pihak panitia telah menyiapkan sistem rujukan ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti Puskesmas Temon atau RSUD Wates.
"Namun, jika kondisi kesehatan jamaah dapat ditangani dengan baik oleh tim medis di Bandara YIA, tidak perlu dirujuk," ungkapnya.
Ilustrasi Bandara Internasional Yogyakarta - - Foto: dok AP I.
Untuk kelancaran arus kedatangan, alur pergerakan jemaah haji setibanya di Bandara YIA akan diarahkan melalui apron bandara, serupa dengan jalur keberangkatan. Mekanisme ini diterapkan agar proses penjemputan jemaah haji tidak mengganggu arus lalu lintas penumpang umum di terminal kedatangan reguler.
Sementara itu, untuk penanganan logistik, PPIH telah menyiagakan tenaga pendukung yang bertugas khusus untuk membantu mengangkut bagasi milik jemaah haji. "Untuk pengambilan bagasi sudah kita siapkan juga tenaga pendukungnya, untuk angkut-angkut," ucap Silvia.




