JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi I DPR RI Mulyadi meminta aparat penegak hukum dibantu Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menindak penambang illegal yang merusak lingkungan.
Mulyadi mengungkapkan bahwa perihal tersebut juga telah disampaikan kepada Menteri Pertahanan, Panglima TNI, hingga para kepala staf Angkatan.
“Kiranya aktualisasi peran TNI betul-betul terwujud untuk menertibkan tambang ilegal yang sudah bertahun-tahun tidak mampu ditertibkan ini,” kata Mulyadi dikutip dari Antara, Jumat (29/7/2026).
Baca Juga: Prabowo Hasilkan 4 Kesepakatan Komersial Baru dari Kunjungannya ke Prancis
Menurut Mulyadi, intervensi dan sinergi lintas institusi diperlukan guna menertibkan aktivitas tambang ilegal yang diduga kuat dibekingi oknum tersebut. Terlebih, lanjut Mulyadi, kegiatan yang merusak alam itu telah berlangsung bertahun-tahun.
Atas dasar itu, Mulyadi menegaskan kepada Polri dan TNI untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan investigasi.
“Kekayaan dan kelestarian alam Sumatera Barat harus diselamatkan dari tangan-tangan serakah yang hanya berorientasi memperkaya diri tanpa memedulikan kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Mulyadi menekankan Polri dan TNI harus memprioritaskan pemberantasan tambang ilegal berskala besar yang beroperasi menggunakan alat berat seperti ekskavator, bukan masyarakat kecil yang mendulang emas secara tradisional.
Baca Juga: Setuju Usul Prabowo, Lalu Hadrian Dorong Pelajaran Bahasa Prancis Diterapkan Bertahap
“Yang mesti segera ditertibkan itu adalah yang menggunakan alat berat. Tidak masuk akal jika puluhan bahkan ratusan ekskavator beroperasi di satu titik lokasi, lalu itu diklaim sebagai tambang rakyat,” tuturnya.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- anggota dpr mulyadi
- mulyadi
- tni
- polri
- penambang ilegal
- tindak penambang ilegal





