Jakarta: Darto, salah satu korban kebakaran di Jalan Krendang Barat, Krendang, Jakarta Barat, menceritakan pengalamannya saat menyelamatkan anak dan cucunya dari amukan si jago merah. Pria berusia 43 tahun itu mendobrak pintu menyelamatkan anak cucu saat api membesar.
DSaat insiden itu terjadi, Darto bersama istrinya tengah berjualan. Posisi warung berada tepat di depan kontrakan tempat tinggal mereka.
"Tiba-tiba dari sini (menunjuk titik awal kebakaran) api udah membesar, sekitar pukul 19.30 WIB. Saya enggak pikir panjang, langsung lari ke rumah dengan mendobrak pintu yang terkunci untuk nyelamatin anak dan cucu," kata Darto dikutip dari Antara, Jumat, 29 Mei 2026.
Sebelum masuk untuk menyelamatkan anak dan cucunya, Darto sempat menyuruh istrinya untuk menjauh ke titik aman. Lalu, dia berlari ke dalam rumah.
"Anak sama cucu saya di lantai dua. Saya lari ke atas. Syukurnya kita empat-empatnya selamat," ungkap Darto.
Baca Juga :
250 Jiwa Krendang Barat Jakbar Mengungsi Akibat Kebakaran"Semuanya ludes, tapi intinya anak sama cucu saya selamatlah, kita berempat sama istri saya," tutur Darto.
Menurut Darto, api pertama kali berasal dari lantai dua kontrakan di sebelah tempat tinggalnya. "Semalam sih dari lantai dua, korsleting listrik katanya. Jam setengah delapan itu udah membesar aja apinya gitu," ujar Darto.
Sebelumnya, sebanyak 27 rumah warga hangus dalam kebakaran di Jalan Krendang Barat, Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Kamis malam, 28 Mei 2026.
Situasi kebakaran melanda sebuah rumah tinggal di Jalan Krendang Barat Gang 2 Nomor 3, RT 13 RW 6, Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Foto: ANTARA/Risky Syukur.
"Objek yang terdampak, 27 rumah tinggal," kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Akibat kebakaran itu, total 113 kepala keluarga (KK) dengan 250 jiwa harus mengungsi lantaran tempat tinggalnya ludes dilahap api. Ratusan jiwa itu mengungsi ke musala serta tenda-tenda bantuan pemerintah.
Untungnya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut.




