Badan Geologi Pastikan Glamping Posong Bebas Gas Vulkanik Berbahaya

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tidak ditemukan indikasi gas vulkanik berbahaya di kawasan wisata Glamping Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terkait penemuan empat orang meninggal yang merupakan satu keluarga di lokasi wisata tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan dan pengukuran konsentrasi gas untuk memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga :

Polisi Fokus Selidiki Sumber Keracunan yang Tewaskan Satu Keluarga di Posong
Pengukuran dilakukan menggunakan alat detektor gas milik Badan Geologi untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh gas vulkanik dari Gunung Sindoro maupun gas alam terhadap lokasi kejadian. Hasil pengukuran di sejumlah tempat menunjukkan konsentrasi karbon dioksida (CO2) sebesar 0,03 persen, sementara hidrogen sulfida (H2S), sulfur dioksida (SO2), dan karbon monoksida (CO) terpantau 0 ppm.

"Berdasarkan hasil pengukuran sementara di lokasi pengecekan, tidak terindikasi adanya konsentrasi gas vulkanik berbahaya di area pengukuran," kata dia, melansir Antara, Jumat, 29 Mei 2026.


Polisi lakukan penyelidikan dan olah TKP untuk mengetahui penyebab kematian satu keluarga di tempat wisata alam Temanggung. (MI/AS)

Dia menambahkan saat ini aktivitas Gunung Sindoro berada pada tingkat Normal atau Level I. Sehingga masyarakat diminta tetap tenang dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang terkait penyebab pasti kejadian tersebut.

"Vegetasi di sekitar lokasi teramati dalam kondisi normal serta tidak menunjukkan indikasi kerusakan akibat paparan gas berbahaya," kata dia.

Petugas Kepolisian Resor Temanggung menangani laporan empat wisatawan yang merupakan satu keluarga meninggal dunia saat berkemah di wisata alam tersebut, pada Rabu, 27 Mei 2026. Laporan awal kepolisian diduga korban meninggal usai menghirup gas berbahaya, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, pengujian laboratorium forensik untuk mengetahui secara pasti penyebab korban meninggal dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamenhaj: Lempar Jumrah Jemaah Lansia Rentan hingga Punya Komorbid Dibadalkan
• 20 detik lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam Naik Rp20.000, Tembus Rp2,774 Juta per Gram pada Jumat Pagi
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Detik-detik Jip Kecelakaan Maut di Gunung Bromo: Rem Blong, Tabrak Tebing
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Media Vietnam Sebut Timnasnya Tertekan Gara-gara John Herdman Panggil Pemain-pemain Andalan ke Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
TNI Tegaskan Batalyon Teritorial Bukan untuk Ambil Alih Fungsi Sipil
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.