JAKARTA, iNews.id - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, meletus empat kali, Jumat (29/5/2026) malam.
Berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melalui Badan Geologi dan PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, letusan pertama terjadi pukul 18.13 WIB, namun kolom abu vulkanik tidak teramati. Letusan kedua terjadi pukul 19.05 WIB dengan memuntahkan abu vulkanik setinggi 7.000 meter dari atas puncak.
Letusan ketiga terjadi pukul 19.07 WIB dengan abu vulkanik setinggi 1.000 meter di atas puncak. Sedangkan letusan keempat terjadi pukul 19.54 WIB dengan tinggi kolom abu 800 meter.
"Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Jumat, 29 Mei 2026, pukul 19:07 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 2000 m di atas puncak (± 5676 m di atas permukaan laut)," tulis Kementerian ESDM dalam keterangan resminya.
Dari pantauan, Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah tenggara. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
Baca Juga:Periksa Suami Fadia Arafiq, Ini yang Didalami KPKTerkait hal itu, warga diminta tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Kemudian, warga juga diimbau tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu.
Warga juga diimbau untuk waspada terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
#jatim




