Guntur Sugoro (41), satpam SPPG korban begal di Medan akhirnya menjalani operasi pengangkatan peluru timah di dalam tubuhnya.
Penanganan terhadap Guntur sebelumnya menjadi perhatian banyak pihak. Sebab ia dipulangkan oleh pihak rumah sakit dengan kondisi peluru yang masih berada dalam tubuh.
Kondisi itu membuat dirinya merasa tidak nyaman. Namun kini ia bisa beraktivitas normal usai peluru itu dikeluarkan. Guntur dioperasi di Rumah Sakit Siloam Medan, pada Senin (25/5).
Ia mengatakan, biaya operasi tersebut dibantu oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.
"Hari Senin kemarin (dioperasi). (Dibiayai) Bapak Sahroni," kata Guntur saat dikonfirmasi, Jumat (29/5).
Guntur menjalani perawatan pemulihan usai operasi selama lima hari. Per hari ini, Guntur diperbolehkan pulang. Rasa sakit di tubuhnya pun hilang.
"Enggak (ada sesak)," ujar Guntur.
Korban BegalSebelumnya, Guntur menjadi korban begal di Jalan Pasaribu, Kelurahan Desa Cinta Rakyat, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Senin (11/5) sekitar pukul 23.30 WIB.
Guntur menceritakan kejadian yang dialaminya saat itu berawal dari dirinya berangkat dari rumah di Jalan Masjid Taufik, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, menuju rumah temannya.
Guntur bekerja sebagai penjaga malam di SPPG baru dua bulan. Ia menyebutkan, SPPG tersebut baru akan buka untuk semester depan.
Kata Guntur, ia mau meminjam uang temannya sebesar Rp 200 ribu karena belum menerima gaji di tempat ia bekerja.
Lalu Guntur dipepet oleh sekelompok orang berjumlah sekitar lima orang dan menyuruhnya berhenti. Guntur dibacok dan diduga ditembak senapan angin di punggungnya.
Sontak Guntur mencoba kabur dari dekapan para sekelompok begal tersebut. Ia pun menabrak sepeda motor pelaku dan berhasil melarikan diri.





