TEMANGGUNG, KOMPAS.TV - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memeriksa lokasi wisata Glamping Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, usai empat orang dari satu keluarga tewas di lokasi tersebut.
Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria menyebut pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan dan pengukuran konsentrasi gas. Hal itu dilakukan karena ada dugaan keluarga tersebut meninggal akibat keracunan gas.
Setelah dilakukan pengukuran, Lana menyebut, tidak ada indikasi konsentrasi gas vulkanik yang berbahaya di lokasi.
"Berdasarkan hasil pengukuran sementara di lokasi pengecekan, tidak terindikasi adanya konsentrasi gas vulkanik berbahaya di area pengukuran," kata Lana di Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Lana menyebut petugas dari Badan Geologi menggunakan alat detektor gas untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh gas vulkanik dari Gunung Sindoro atau gas alam di lokasi kejadian.
Baca Juga: Polisi Periksa Barang Milik Korban Tewas Dalam tenda di Temanggung, dari HP hingga Tungku Tanah Liat
Hasil pengukuran di sejumlah tempat menunjukkan konsentrasi karbon dioksida (CO2) sebesar 0,03 persen, sementara hidrogen sulfida (H2S), sulfur dioksida (SO2), dan karbon monoksida (CO) terpantau 0 ppm.
Lana menambahkan, aktivitas Gunung Sindoro saat ini ada di tingkatan normal. Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut terkait kasus satu keluarga yang tewas tersebut.
"Vegetasi di sekitar lokasi teramati dalam kondisi normal serta tidak menunjukkan indikasi kerusakan akibat paparan gas berbahaya," kata Lana dikutip Antara.
Sebelumnya, Polres Temanggung menyatakan satu keluarga tersebut diduga tewas akibat keracunan makanan atau gas beracun.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- satu keluarga tewas di temanggung
- glamping temanggung
- satu keluarga tewas
- satu keluarga keracunan gas
- keracunan gas





