Bisnis.com, JAKARTA — PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) menyatakan dukungannya terhadap kebijakan ekspor satu pintu yang diterapkan bertahap pada 1 Juni 2026.
Hal itu dilakukan melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), badan usaha ekspor yang akan mengelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis seperti batu bara, minyak sawit mentah (CPO), dan ferro alloy.
Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno mengatakan sebagai bagian dari Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID, perseroan menghormati dan mendukung setiap kebijakan strategis pemerintah, termasuk skema tata kelola ekspor satu pintu melalui DSI.
“Perseroan memandang langkah ini sebagai upaya pemerintah untuk memperkuat tata kelola komoditas nasional, mengoptimalkan nilai tambah bagi negara, serta meningkatkan posisi tawar komoditas Indonesia di pasar global,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (29/5/2026).
Menurutnya, pemerintah diyakini telah mempertimbangkan berbagai aspek penting dalam implementasi kebijakan tersebut, mulai dari sinkronisasi birokrasi, keberlanjutan kontrak ekspor yang sudah berjalan, hingga kepastian hukum bagi pelaku pasar internasional.
PTBA juga memastikan koordinasi dengan regulator dan para pemangku kepentingan terus dilakukan agar proses bisnis dan pengiriman batu bara tetap berjalan lancar di tengah persiapan implementasi kebijakan baru tersebut.
Baca Juga
- Ekspor Satu Pintu DSI Picu Aksi Jual Saham? Analis Beri Penjelasan
- Ekspor Satu Pintu DSI Berlaku 1 Juni, Uji Kepercayaan Investor Pasar Modal
- Wamentan Tegaskan PT DSI Tak Ambil Untung dari Ekspor Satu Pintu
Meski demikian, PTBA mengakui saat ini masih melakukan kajian lebih rinci mengenai dampak implementasi kebijakan DSI, khususnya terhadap aspek operasional, administrasi, dan rantai pasok ekspor perseroan.
“Perseroan berharap kebijakan yang diterapkan dapat tetap menjaga daya saing industri batu bara nasional, memberikan kepastian bagi pelaku usaha, serta mendukung pasar ekspor Indonesia,” lanjutnya.
Di tengah dinamika kebijakan tersebut, PTBA menegaskan fokus utama perusahaan tetap menjaga stabilitas produksi dan pemenuhan kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) guna mendukung ketahanan energi nasional.
Selain memenuhi pasar domestik, PTBA juga tetap menjaga kinerja ekspor sebagai salah satu penopang utama pendapatan perusahaan. Berdasarkan laporan kuartal I 2026, penjualan batu bara PTBA di pasar ekspor mencapai 4,79 juta ton atau berkontribusi sekitar 47% terhadap total pendapatan perseroan.
Adapun negara tujuan utama ekspor PTBA meliputi Vietnam, Bangladesh, India, Kamboja, dan Thailand.
Perseroan, lanjutnya, juga membuka peluang memperluas pasar ekspor seiring strategi diversifikasi pasar dan penguatan penjualan.
Dia menegaskan perseroan tengah menjajaki sejumlah negara potensial yang masih memiliki kebutuhan terhadap batu bara kalori menengah, dengan tetap mengikuti kebijakan tata kelola ekspor satu pintu yang tengah disiapkan pemerintah.
Prospek Saham Defensif-Positif
Senior Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji menilai saham PTBA akan cenderung neutral dengan bias positif dari imbas kebijakan ekspor satu pintu tersebut.
Menurutnya, PTBA sebagai anggota MIND ID yang kini berpayung di bawah superholding Danantara, pembentukan DSI justru memberikan perlindungan regulasi bagi PTBA.
Dia menyebut DSI akan memastikan bahwa pasokan kalori rendah PTBA untuk PLN aman, sementara sisa kuota ekspornya akan dialokasikan secara efisien melalui jaringan diplomasi ekonomi dan perdagangan antar-negara (G to G) yang diinisiasi oleh Danantara Investment Fund.
"Dengan demikian, adapun prospek PTBA tetap defensif-positif karena risiko hambatan ekspornya diredam oleh kedekatan struktur korporasinya dengan DSI," terangnya dalam riset tertulis yang dikutip, Jumat (29/5/2026).





