Serang: Polda Banten bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri masih menyelidiki insiden ledakan yang terjadi di PT Merak Chemical Indonesia (MCCI), Kota Cilegon. Polisi terus melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa tersebut.
"Hari ini Polda Banten bersama Puslabfor Bareskrim Polri masih melakukan olah TKP serta pengambilan alat bukti untuk dilakukan uji laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea di Serang, Jumat, 29 Mei 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
DLHK Banten Ambil Sampel Udara dan Tanah dari Lokasi Ledakan Pabrik Kimia di CilegonMaruli menjelaskan, penyidik juga memeriksa sejumlah saksi guna melengkapi proses penyelidikan. Saksi yang dimintai keterangan meliputi korban, warga sekitar lokasi, serta perwakilan perusahaan.
Ia mengungkapkan, berdasarkan keterangan perwakilan PT MCCI, Arif Budiawan, insiden terjadi pada Senin, 25 Mei 2026, sekitar pukul 16.00 WIB saat perusahaan beroperasi normal. Tiba-tiba terdengar ledakan keras dari area produksi PTA-1 PT MCCI.
Suara ledakan tersebut memicu sistem peringatan dini (Early Warning System) aktif secara otomatis. Pihak perusahaan kemudian menginstruksikan seluruh karyawan untuk melakukan evakuasi sebagai langkah keselamatan.
"Dugaan sementara, insiden ini terjadi karena adanya kebocoran pipa akibat tekanan suhu yang sangat tinggi. Kebocoran itu diduga menyebabkan peningkatan tekanan sehingga menimbulkan suara ledakan yang cukup besar," katanya menerangkan.
Suasana di sekitar PT Merak Chemicals Indonesia, Kota Cilegon, Banten, Senin (25/5/2026). ANTARA-Desi Purnama Sari.
Pasca kejadian, PT MCCI menghentikan sementara aktivitas di area terdampak dan melakukan pemeriksaan teknis terhadap instalasi pipa maupun reaktor. Akibat insiden tersebut, dua orang karyawan mengalami luka dan masih menjalani perawatan intensif.
"Saat ini kedua korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Krakatau Medika," ujar dia.
Untuk pengamanan lokasi, personel Polres Cilegon dan Polda Banten telah memasang garis polisi di sekitar TKP. Satuan Brimob Polda Banten juga diterjunkan untuk melakukan sterilisasi area dan memastikan tidak ada unsur radioaktif yang terlepas ke udara.
Kondisi di lokasi dilaporkan berangsur aman. Kepulan asap yang sempat muncul sudah tidak terlihat lagi sejak pukul 18.00 WIB pada hari kejadian.
"Kami mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan tidak terpancing atau mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," kata Maruli.




