JAKARTA, KOMPAS.TV - Menanggapi soal isu pengembangan Bandara Kertajati sebagai pusat perawatan pesawat Hercules dapat memberikan sinyal kepada Beijing bahwa Indonesia semakin dekat dengan Amerika Serikat, Pengamat Timur Tengah Mahfuz Sidik menilai Amerika memang memiliki banyak kepentingan dan agenda kerja sama dengan Indonesia.
Menurut Mahfuz, salah satu bentuk kerja sama yang sudah berjalan adalah di sektor pertahanan. Indonesia telah berkomitmen membeli sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Amerika Serikat, salah satunya pesawat angkut Hercules C-130.
Mahfuz menjelaskan, dalam transaksi pembelian alutsista dengan nilai dan volume yang besar, biasanya terdapat kerja sama lanjutan, seperti transfer teknologi maupun kerja sama pemeliharaan dan perawatan.
"Biasanya dalam satu transaksi pembelian alutsista, apabila volumenya cukup besar, akan ada kontrak tambahan, apakah berupa transfer teknologi ataupun kerja sama pemeliharaan dan perawatan. Hal seperti itu memang dimungkinkan ketika pembelian alutsista dilakukan dalam jumlah besar," ujarnya.
Namun, Mahfuz menilai tawaran Amerika Serikat untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai pusat perawatan pesawat Hercules berada di luar skema kontrak pembelian alutsista yang selama ini berjalan.
Ia memandang langkah tersebut sebagai bagian dari upaya Amerika Serikat untuk memperkuat kepentingan strategisnya dalam mengontrol kawasan yang lebih luas.
"Saya membacanya bahwa Amerika, dalam rangka memperkuat kebutuhan terhadap kontrol kawasan yang lebih luas, melihat Indonesia sebagai salah satu target penguatan itu," katanya.
Mahfuz juga menilai tidak tertutup kemungkinan muncul berbagai tafsir dan persepsi dari negara lain, termasuk Tiongkok, apabila rencana tersebut benar-benar direalisasikan.
Menurutnya, jika kerja sama itu disepakati, bukan tidak mungkin di masa depan akan muncul permintaan-permintaan baru dari Amerika Serikat yang lebih jauh daripada sekadar fasilitas perawatan pesawat.
"Kalau ini disepakati atau disetujui, sangat mungkin ke depan Amerika akan meminta tambahan tuntutan baru. Misalnya, fasilitas tersebut berkembang menjadi pangkalan baru mereka. Karena itu, saya kira memang harus hati-hati dalam menyikapi isu ini," ujar Mahfuz.
Baca Juga: Budi Pramono Bicara Kunker Prabowo ke Luar Negeri, Connie Kritik Tajam: Kan Punya Menlu | BOLA LIAR
#amerikaserikat #as #kertajati #pangkalanas
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- kertajati
- bengkel hercules
- as
- kerjasama as ri
- pangkalan as
- presiden prabowo





