Pantau - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan pentingnya peningkatan layanan wisata gastronomi untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia dalam pembukaan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Nusa Dua, Bali.
Penguatan Gastronomi dan Penghargaan InternasionalPenguatan wisata gastronomi dinilai berakar pada budaya, tradisi, dan kearifan lokal Indonesia yang menjadi identitas utama pariwisata nasional.
Indonesia menerima penghargaan The New Destination Champion Award 2026 dari La Liste di Paris yang memperkuat posisi sebagai destinasi kuliner dunia.
Restoran lokal seperti August di Jakarta dan Locavore NXT di Bali masuk dalam daftar 50 Restoran Terbaik Asia yang menegaskan daya saing kuliner Indonesia di tingkat regional.
Ketua Panitia BBTF 2026 I Putu Winastra menyebut gastronomi menjadi strategi diferensiasi untuk memperkuat posisi Bali di pasar global.
Gastronomi dalam BBTF 2026 diposisikan sebagai representasi budaya, komunitas, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali yang relevan dengan tren wisata global.
Dampak BBTF 2026 dan Kinerja Pariwisata IndonesiaBBTF 2026 mengusung tema Redefining Indonesia’s Gastronomic Journey: A Celebration of Taste, Cultures, and Sustainable Heritage yang sejalan dengan tren wisata pengalaman autentik dan berkelanjutan.
Menteri Pariwisata menyampaikan bahwa pada tahun 2025 Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dengan pendapatan devisa mencapai 18,27 miliar dolar Amerika Serikat.
Bali menyumbang 6,95 juta kunjungan wisatawan mancanegara atau hampir 45 persen dari total nasional yang menegaskan posisinya sebagai destinasi utama.
BBTF 2026 dihadiri 407 pembeli dari 44 negara serta 286 penjual dari 4 negara dan 13 provinsi di Indonesia untuk memperluas jejaring bisnis pariwisata.
Acara B2B Travex dalam BBTF membuka peluang perluasan pasar, sementara Kementerian Pariwisata memfasilitasi familiarization trip ke Sumatera Utara, Yogyakarta, Tanjung Puting, Lombok, dan Jakarta yang diikuti 22 peserta dalam empat kelompok perjalanan.
BBTF 2026 diharapkan mendorong peningkatan pariwisata yang berdampak pada pelaku usaha dan komunitas lokal sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.



