Pantau - Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai stimulus pemerintah berupa penurunan PPh Final menjadi 1,5 persen dan diskon transportasi merupakan langkah positif untuk menjaga daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi jangka pendek di tengah ketidakpastian global.
Stimulus Dinilai Dorong Konsumsi dan Sektor RiilFakhrul Fulvian menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai dapat menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga agar tetap terjaga.
Penurunan PPh Final untuk penulis disebut sebagai sinyal positif atas perhatian pemerintah terhadap sektor ekonomi kreatif dan profesi yang selama ini kurang mendapat sorotan.
Kebijakan diskon transportasi diperkirakan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat yang berdampak pada sektor pariwisata, perhotelan, restoran, ritel, hingga UMKM.
Fakhrul menjelaskan bahwa penurunan biaya perjalanan dapat mendorong masyarakat lebih sering bepergian dan meningkatkan belanja di daerah sehingga menciptakan efek berganda atau multiplier effect bagi ekonomi lokal.
Efek Jangka Pendek dan Tantangan Pertumbuhan EkonomiIa menilai dampak positif stimulus konsumsi terutama akan terlihat pada periode liburan sekolah dan akhir tahun, namun bersifat sementara dan akan kembali normal setelah stimulus berakhir.
Fakhrul menegaskan bahwa stimulus konsumsi tidak boleh menjadi satu-satunya mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, ukuran keberhasilan ekonomi tidak hanya dilihat dari peningkatan konsumsi jangka pendek, tetapi juga dari kemampuan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
Ia juga menyoroti pentingnya kepercayaan dunia usaha untuk melakukan ekspansi dan investasi guna menciptakan pekerjaan berkualitas.
Fakhrul menyebut, “kesejahteraan masyarakat berasal dari pekerjaan yang baik dan pendapatan yang meningkat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa stimulus konsumsi hanya bersifat sementara, sehingga pemerintah perlu menjaga iklim investasi, kepastian kebijakan, serta memperkuat sektor industri untuk pertumbuhan jangka panjang.




